Filosofi kepemimpinan menurut Ignasius Jonan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Filosofi kepemimpinan menurut Ignasius Jonan "Yang terpenting dari seorang pemimpin adalah berani mengambil langkah yang memang harus dilakukan meski tidak populer." - Ignasius Jonan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menegaskan kepemimpinan merupakan tanggung jawab, untuk itu pemimpin tidak perlu mencari popularitas dalam menyusun kebijakan-kebijakan.

"Yang terpenting dari seorang pemimpin adalah berani mengambil langkah yang memang harus dilakukan meski tidak populer," katanya saat menjadi Keynote Spekaer pada Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan di Yogyakarta, Rabu (18/04/2018).

Dalam paparannya, Jonan menjelaskan beberapa hal terkait filosofi kepemimpinan untuk membawa keberhasilan sebuah lembaga.

"Seperti saya ini tidak pernah mencari popularitas. Orang saya juga tidak mau nyalon presiden. Yang penting harus disosialisasikan dengan baik dulu," kata Jonan.

Ia mengatakan, bahwa gaya kepemimpinan yang baik adalah gaya kepemimpinan yang praktis mudah untuk diikuti.

"Gaya kepemimpinan yang kompleks dan cenderung susah untuk diikuti tidak efektif dalam mencapai keberhasilan suatu lembaga," katanya.

Jonan mengatakan bahwa seharusnya status pendidikan seseorang tidak menjadi satu-satunya acuan dalam memberikan wewenang. Tapi menurutnya yang harus dijadikan seorang pemimpin adalah kinerja dari orang tersebut.

"Pengalaman saya di birokrasi itu, orang kalo mau naik pangkat berdasarkan sekolah. Betul ya? Harusnya naik pangkat itu berdasarkan prestasi. Kalau berdasarkan sekolah, ya semua sekolah terus, gak ada yang kerja nanti," katanya.

Sebut rekomendasi 200 penceramah Kemenag lecehkan Ulama, Ustaz Fahmi Salim minta coret namanya
Kunjungan Anwar ke Indoneisa usai sepekan keluar dari penjara
Ketika fakultas hukum UGM memiliki organisasi alumni
Menshalatkan jenazah teroris
Peluang Demokrat merapat ke kubu Gerindra
Fetching news ...