Alasan PDIP harus kuasai Bali

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Alasan PDIP harus kuasai Bali "Bali merupakan penjaga Pancasila dan NKRI." - Hasto Kristiyanto

PDI Perjuangan menilai Provinsi Pulau Dewata sangat penting, tidak hanya karena Pancasila dibumikan dengan baik, namun Bali menjadi penyangga kekuatan nasionalis-kebangsaan; dan salah satu daerah konsentrasi kekuatan Soekarnois.

Oleh karena itu, partai banteng menaruh perhatian khusus di Pilkada Bali guna memberikan dukungan terhadap pasangan calon gubernur dan calon gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Cokorda Artha Ardhana Sukawati (Koster-Cok Ace).

"Ibu Megawati Soekarnoputri pada Lebaran kedua datang ke Bali dan memimpin langsung konsolidasi pemenangan di Bali. Hari ini selaku Sekjen Partai, saya ditugaskan untuk berkampanye di Bali," kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (19/06/2018).

"Karena itulah Koster-Cok Ace memiliki komitmen kuat untuk menjaga keIndonesiaan melalui Pancasila," lanjut Hasto.

Hasto menegaskan bahwa konsepsi pembangunan Koster-Cok Ace benar-benar ramah lingkungan, dan penuh dengan tradisi kebudayaan serta menjabarkan secara komprehensif konsepsi TriHita Karana.

"Bali dalam satu kesatuan kepemimpinan nasional Pak Jokowi, Ibu Megawati dan Koster-Cok Ace, akan menjadikan Bali sebagai pusat peradaban dan kebudayaan dunia," kata Hasto penuh semangat.

Meskipun survei selalu mengunggulkan Koster-Ace, Hasto Kristiyanto tetap mengingatkan seluruh simpatisan, anggota, dan kader Partai tetap bekerja keras, gotong-royong, tetap rendah hati dan terus berjuang bersama rakyat.

"Rakyat adalah hakim tertinggi. Kemenangan terjadi karena memenangkan hati rakyat. Mari kita tingkatkan gotong royong kita untuk kemajuan Bali, terlebih Bali merupakan penjaga Pancasila dan NKRI," kata Hasto.

Hasto mengklaim konsepsi pembangunan Koster-Cok Ace mengambil saripati dari apa yang oleh Bung Karno disebut sebagai Pola Pembangunan Semesta Berencana.

Konsep ini benar-benar menempatkan kebiijaksanaan setempat dan kebudayaan sebagai acuan dasar.      

"Saya tidak heran seluruh survei baik di udara melalui sosmed dan pemberitaan online, maupun survey di darat, mengunggulkan Koster-Cok Ace," katanya.

Dikatakannya, Koster-Cok Ace benar-benar pasangan Soekarnois dan mencerminkan apa yang hidup di hati rakyat Bali.

"Pasangan Koster-Cok Ace ini senafas dengan kepemimpinan Pak Jokowi. Terlebih setelah Pak Amien Rais dan Prabowo menyatakan diri sebagai Calon Presiden, maka orientasi pilihan masyarakat Bali pun semakin berpihak pada PDI Perjuangan yang telah mencalonkan Pak Jokowi," katanya.

Demokrat upayakan Jokowi tak lawan kotak kosong
PKS minta kader belajar dari kemenangan Erdogan
Usir jerawat dengan kulit semangka
Gerindra daftarkan mantan koruptor di Pileg 2019
Ngabalin jadi komisaris Angkasa Pura, Fadli: BUMN amburadul
Bumi Manusia bukan sekadar cinta Minke dan Annelies
Politisi berbondong-bondong ke NasDem, ada apa?
Politisi terima uang transfer untuk pindah partai harus lapor KPK
Riza Chalid penampakan di acara NasDem, sudah aman?
Golkar ngotot daftarkan caleg mantan napi korupsi
Nikmati empat hari Festival Bunaken
Film ’22 Menit’ hadir di Anugrah Jurnalistik Polri 2018
Etika politik dan pindah partai
Dukung pilkada damai, Polri gelar Anugrah Jurnalistik 2018
Jokowi belum temukan solusi akurkan SBY-Megawati
Fetching news ...