Jokowi tinggal tunggu waktu umumkan cawapres

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Jokowi tinggal tunggu waktu umumkan cawapres "Pengumuman dilakukan pada momentum yang tepat dan dalam cuaca yang cerah, secerah saat matahari terbit dari timur." - Hasto Kristiyanto.

Joko Widodo sudah mengantongi nama untuk menjadi wakilnya dalam pencalonan presiden mendatang. Jokowi hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkannya kepada publik.

"Soal nama bakal cawapres, PDI Perjuangan sudah mengerucutkannya dan sudah dikantongi Pak Jokowi. Pengumuman dilakukan pada momentum yang tepat dan dalam cuaca yang cerah, secerah saat matahari terbit dari timur. Jadi, tunggu saja dan sabar," kata Hasto Kristiyanto kepada pers di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Senin (09/07/2018).

Menurut Hasto, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo terus melakukan pertemuan secara intensif membicarakan persoalan kenegaraan, termasuk membicaraan soal figur bakaol cawapres yang akan mendampingi Joko Widodo dan persiapan pemilu 2019.

Pertemuan terbaru antara Megawati dan Joko Widodo, menurut dia, berlangsung di Istana Batu Tulis, Kota Bogor, pada Minggu (8/7), mulai pukul 18.30 yang berlangsung selama satu jam 50 menit. Pada pertemuan Minggu malam kemarin, Megawati dan Joko Widodo membicarakan beberapa hal strategis antara lain, terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, persiapan Asian Games, serta persiapan pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019.

Menurut Hasto, kedua pemimpin bertemu secara periodik, baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis, adalah pertemuan yang sangat penting. "Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak, dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta  membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara," katanya.

Dalam pandangan Hasto, pertemuan di Istana Batu Tulis tersebut menepis berbagai anggapan dari pengamat politik yang mencoba membuat jarak, bahkan memisahkan antara Presiden Joko Widodo dengan Megawati dan PDI Perjuangan.

"Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat, sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang merakyat," katanya.

Menurut dia, kedua pemimpin bangsa tersebut dapat disebut saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh ikatan emosional dengan Bung Karno, proklamator Indonesia.

PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Suku Yei Papua sambut “kado Natal” dari prajurit TNI
Penyair Singapura baca puisi di Ruang Baca Rimba Bulan
PDIP dituding rusak atribut Demokrat, Hanura: Jangan tuduh tanpa bukti
PAN sebut yang dukung Jokowi di Sumsel bukan kadernya
Sandi sebut Jateng ingin ganti presiden, Djarot: Upaya menghibur diri
TKN: Iklan kerja kerja kerja Gerindra garing dan tak inovatif
Manajer Repsol Honda: Rossi tak bisa terima masa kejayaannya habis
Rossi bingung mengapa dirinya masih populer
PKH efektif atasi kemiskinan
Rayakan HUT, BRI beri beasiswa puluhan milyar untuk ribuan orang
IHSG diprediksi menguat tunggu putusan The Fed
Jumlah BUMN berkurang 44 dalam 14 tahun, mengapa?
Fetching news ...