Fadli Zon: iklan Presiden Jokowi di bioskop merusak selera

REPORTED BY: Insan Praditya

Fadli Zon: iklan Presiden Jokowi di bioskop merusak selera Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon

Wakil ketua DPR RI yang juga Wakil ketua umum Gerindra, Fadli Zon mengatakan bahwa iklan layanan masyarakat kominfo di bioskop yang menayangkan Presiden Joko Widodo sebaiknya dicopot karena merusak selera.

“Sebaiknya iklan ini dicopot dari bioskop”, ujar fadli zon Selasa, (11/09/2018) dari akun twitter miliknya @fadlizon

Fadli mengatakan bahwa iklan tersebut sebaiknya tidak ditayangkan ke Bioskop. Menurut Fadli, melihat iklan tersebut merusak suasana dan selera pemirsa yang hendak menonton.

“Sangat merusak suasana dan selera”, lanjut Fadli Zon di akun twitter miliknya.

Iklan tersebut merupakan iklan layanan masyarakat oleh Kemenkominfo. Dalam  iklan tersebut, ditampilkan pencapaian pemerintah dalam memperbaiki bendungan maupun membangun bendungan.

“Pemerintah membangun 65 bendungan, 16 pembangunan lanjutan dan 49 pembangunan baru” tulis iklan layanan masyarakat tersebut.

Iklan tersebut juga menampilkan kesaksian seorang petani. Petani tersebut mengatakan bahwa sejak perbaikan irigasi oleh pemerintah, masa panen padi meningkat dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun.

“Kalau dulu nanem padi setahun hanya bisa sekali, kalau sekarang sudah bisa dua kali”, ujar salah seorang petani di iklan tersebut.

Selanjutnya dalam iklan tersebut disertai suara Presiden Joko Widodo yang mengutarakan alasan pentingnya bendungan untuk saluran irigasi. Dengan irigasi, diharapkan bangsa Indonesia dapat mengairi sawah-sawah pertanian dan mencapai kedaulatan pangan.
 
“Tidak akan mungkin menjadi bangsa yang berdaulat di bidang pangan kalau jumlah bendungan dan saluran irigasi yang mengairi lahan-lahan pertanian kita di seluruh penjuru tanah air sangat terbatas”, ucap suara Jokowi dalam iklan tersebut.

Tidak hanya mengenai irigasi, iklan layanan masyarakat tersebut juga menampilkan suara Joko WIdodo terkait Asean games. Dalam iklan tersebut, terdapat gambar Jokowi memakai pakaian olahraga dan membawa obor.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang kuat raga dan jiwanya. Perjuangan para atlet adalah nyala bagi jiwa bangsa ini. Mari sama-sama kita dukung, perjuangan mereka, untuk kita, untuk Indonesia”, ucap Jokowi pada iklan bertemakan Asean Games.

Ucapan Fadli Zon untuk menghapus iklan tersebut direspon oleh ketua DPP Partai Nasdem, Irmaa Suryani Chaniago. Ia menghimbau agar Fadli Zon jangan selalu berprasangka buruk dan berpikir positif.

"Jangan negative thinking mulu, dong. Sekali-sekali berpikir positif lah, biar sehat jiwa dan raga," kata Irma, Rabu (12/09/2018).

Irma mengatakan bahwa Fadli harus dapat membedakan fungsi penerangan pemerintah dengan Jokowi pribadi. Menurutnya, pemerintah memang perlu menyampaikan kepada masyarakat terkait hasil kerjanya.

"Harus bisa dong bedakan fungsi penerangan pemerintah dengan Jokowi pribadi. Pemerintah kan perlu menyampaikan kepada masyarakat apa-apa saja yang sudah dikerjakan," jelas Irma.

Irma mengatakan bahwa ucapan Fadli merupakan hal yang aneh. Menurutnya, Fadli sebagai kubu oposisi hanya mau enak sendiri karena ketika mereka safari politik tidak ingin dikatakan kampanye.

"Iklan pemerintah kok suruh copot! Kalau mereka bikin safari politik nggak mau dibilang kampanye. Mau enaknya sendiri," sebut Irma.

Bamsoet harap Yenny Wahid dukung Jokowi
Golkar anggap dukungan kadernya ke Prabowo bukan suara resmi partai
Forum caleg Golkar dukung Prabowo-Sandiaga Uno
Golkar nilai perempuan penentu utama, bukan objek pelengkap
Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI
Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Menangkan Prabowo atau Buni Yani masuk bui
Anak berbohong, bagaimana mengatasinya?
Berhasil jatuhkan Ahok, Buni Yani masuk tim Prabowo
Terpental dari motor, Lorenzo salahkan Marquez
Timses Jokowi jamin dana kampanye halal
Kubu Prabowo waspadai Jokowi gunakan fasilitas negara
Fadli Zon usul pendukung Jokowi diberi sanksi
DPR serukan solusi permanen terkait tumbal nyawa suporter sepakbola
Kubu Prabowo kembali ganti nama koalisi
Fetching news ...