PDIP tak terima Fahri sebut Johan Budi haus kekuasaan

REPORTED BY: Insan Praditya

PDIP tak terima Fahri sebut Johan Budi haus kekuasaan Wasekjen PDI P Ahmad Basara dan Fahri Hamzah

Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah menangggapi polemik di media sosial yang dimunculkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang menilai Johan Budi adalah contoh pejabat KPK yang haus kekuasaan. Menurut Ahmad Basarah, Johan Budi justru adalah contoh figur pemimpin yang bekerja dengan baik dan nyata dalam pemberantasan korupsi.

"Johan Budi adalah contoh figur pemimpin yang lebih baik kerja nyata dalam pemberantasan korupsi, daripada sekadar bicara tanpa hasil nyata. Apalagi sekadar bersikap mengutuk kegelapan dan membuat gaduh ruang publik," kata Basarah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/09/2018).

Ahmad mengatakan bahwa yang dibutuhkan adalah solusi efektif dan bukan sekedar berbicara. "Padahal yang dibutuhkan adalah solusi yang efektif," kata Basarah.

Selain mengomentari Johan Budi, Basarah menambahkan bahwa  Megawati, ketua umum PDI Perjuangan adalah  figur ketua umum parpol yang selalu bersikap tegas terhadap kader-kadernya yang korupsi. Ia mengatakan bahwa Megawati memberikan sanksi pemecatan terhadap kader yang terlibat korupsi. Salah satu buktinya, Megawati tegas mencoret bakal caleg yang pernah menjadi narapidana korupsi.

"Bahkan (PDI P) mendukung PKPU tentang larangan napi korupsi boleh maju sebagai caleg. Begitupun bakal caleg dengan latar belakang bandar narkoba dan teroris, pasti dicoret," kata Basarah.

Basarah mengatakan bahwa pencalonan diri Johan Budi sebagai caleg merupakan hak konstitusionalnya sebagai warga Negara.  Apalagi, menurut Basarah pencalonan Johan Budi tersebut memiliki tujuan baik yakni berpartisipasi dalam politik untuk mensejahterakan bangsanya.

"Kami sangat mengapresiasi Johan Budi karena menggunakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara untuk berpolitik demi kepentingan menyejahterakan bangsanya," kata Basarah.

Sebelumnya, Fahri hamzah melontarkan pernyataan di Twitter miliknya yang menyatakan bahwa hampir semua KPK itu haus kekuasaan. Menurutnya, pencalonan diri Johan Budi sebagai Caleg adalah wujud nyata karakteristik para petinggi KPK yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan yang ia istilahkan dengan “Machiavellian”.

"Hampir semua pejabat KPK pada ujungnya akan haus kekuasaan. Itu ada hubungannya dengan kultur politik dan persaingan di dalam yg semakin kental. KPK adalah Power holder yg tak terkendali. Nggak ada etika. JB (Johan Budi) itu contoh terbaru betapa mereka itu machiavellian" tulis Fahri melalui akun Twitter @Fahrihamzah, seperti dikutip pada Rabu (12/09/2018).

 

Golkar anggap dukungan kadernya ke Prabowo bukan suara resmi partai
Forum caleg Golkar dukung Prabowo-Sandiaga Uno
Golkar nilai perempuan penentu utama, bukan objek pelengkap
Menyusui tandem butuh dukungan ayah ASI
Mardani dapat tugas kawal suara emak-emak
Menangkan Prabowo atau Buni Yani masuk bui
Anak berbohong, bagaimana mengatasinya?
Berhasil jatuhkan Ahok, Buni Yani masuk tim Prabowo
Terpental dari motor, Lorenzo salahkan Marquez
Timses Jokowi jamin dana kampanye halal
Kubu Prabowo waspadai Jokowi gunakan fasilitas negara
Fadli Zon usul pendukung Jokowi diberi sanksi
DPR serukan solusi permanen terkait tumbal nyawa suporter sepakbola
Kubu Prabowo kembali ganti nama koalisi
Ketum Golkar sebut aksi pendukung Jokowi bentuk spontanitas masyarakat
Fetching news ...