Demokrat tidak sanksi cuitan Andi Arief

REPORTED BY: Insan Praditya

Demokrat tidak sanksi cuitan Andi Arief Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean

Politisi partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menegaskan tidak ada sanksi partai mengenai cuitan Andi Arief di media sosial Twitter. Cuitan Andi Arief adalah terkait beberapa kritikan kontroversi nya kepada calon presiden Prabowo Subianto.

"Ya tidak perlu di sanksi lah, yang begitu kan hanya soal Misinformasi saja," ujarnya di gedung DPR-MPR RI, Senin (15/10/2018).

Menurutnya, Kritikan Andi Arief tidak bermaksud memicu konflik pada koalisi, tetapi lebih kepada memberi kritik dan masukan yang membangun terhadap kebijakan Prabowo Subianto yang menurutnya salah.

"Lagi juga itu kan semangat nya bagus itu untuk mencambuk, supaya semakin semangat," tegasnya.

Dia mengatakan bahwa Andi Arief menginginkan Prabowo dan Sandi Uno  menang dalam kontestasi pilpres 2019, walaupun pada penyampaian kritiknya terlalu keras. Menurutnya, hal tersebut tidak menjadi persoalan bagi koalisi maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) terkait cuitan tersebut.

"Karena beliau tuh pengen pak Prabowo-Sandi yang menang bukan pak Jokowi ketika maksud menyampaikan itu,walaupun begitu," terangnya.

"Saya pikir tidak ada masalah,kami juga memahami dari kawan kawan di partai Gerindra pan dan demokrat yang sedikit protes ya kenapa tidak disampaikan secara langsung. Kami menghormati dan memahami itu karena ya Andi Arief itu karakter nya," lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief menilai Prabowo Subianto kurang serius dalam berkampanye, terbukti dari jarangnya agenda  kampanye untuk  mengunjungi  rakyat dan elemen  masyarakat di beberapa daerah. Menurutnya Sandiaga Salahuddin Uno lah yang lebih dominan melakukan kampanye dibanding Prabowo.

"Ini autokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu Sandi Uno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden,"  ujarnya di Twitter, Jumat (12/10/2018).

Archandra beber strategi jual blok migas Indonesia
Mengingat 3 horor perkosaan di Indonesia
Fahri Hamzah: Pilpres lebih banyak perang gimmick, rakyat lapar bos
Agung Laksono nilai dukungan Soetrisno Bachir dongkrak suara Jokowi
Popularitas Habieb Rizieq turun, Golkar: masyarakat ingin kelembutan
TKN: Ustad Abdul Somad tak berpihak pada Prabowo
Demokrat ke Prabowo-Sandi: Apa yang menjadi janji harus ditepati
Demokrat tuding Sekjen Gerindra beri informasi tak utuh ke publik
Isi pembicaraan Jokowi dengan Putin
Sederet dampak buruk jika Anda miskin
PAN nilai Sandiaga Uno lebih tingkatkan elektabilitas dibanding Prabowo
Kubu Jokowi nilai kampanye negatif tak haram
Kubu Prabowo ingin lakukan taubat nasional
DPR RI kutuk serangan Israel atas warga Palestina
Sete Gibernau kembali balap Gran Prix setelah 10 tahun pensiun
Fetching news ...