Selain di perguruan tinggi, PKS usul debat capres di pasar dan gedung olahraga

REPORTED BY: Insan Praditya

Selain di perguruan tinggi, PKS usul debat capres di pasar dan gedung olahraga Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mendukung digelarnya debat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Perguruan tinggi. Namun, Hidayat juga mengusulkan debat Capres dan Cawapres juga digelar di pasar dan gedung olahraga.

"Jadi kalau pun diselenggarakan di kampus, itu hanya tidak satu-satunya. Mungkin sebagiannya di kampus, mungkin bahkan sebagiannya di pasar mungkin sebagiannya di gedung olahraga, mungkin sebagiannya di TV seperti yang selama ini terjadi," kata Hidayat saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Hidayat mengatakan digelarnya debat capres dan cawapres di tempat-tempat tersebut juga mempertimbangkan keamanan. Ia mengatakan usulan itu melihat segmen masyarakat yang beragam.

"Secara prinsip ide bisa saja sekalipun tidak harus satu-satunya karena sekali lagi rakyat Indonesia segmentasinya sangat beragam. Ada yang dikampus, ada yang di pasar, ada yang di olahraga, ada yang digedung. Silahkan nanti KPU untuk memutuskan," ujarnya.

Hidayat mengatakan para pemilih di Pilprea dan Pileg 2019 tidak hanya mahasiswa. Ia mengatakan peserta Pilpres 2019 juga harus memperhatikan aspirasi dari petani, buruh, nelayan, seniman dan sebagainya.

"Jangan cuma mahasiswa karena Indonesia kan bukan cuma mahasiswa, ada mahasiswa, ada petani, ada buruh, ada nelayan, ada seniman dan seterusnya. Jadi kalau sebagian dari rakyat Indonesia diberi hak untuk bertanya, saya kira boleh-boleh saja tapi jangan hanya mahasiswa," pungkasnya.

Sebelumnya, Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan debat capres dan cawapres di perguruan tinggi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurutnya, para akademisi dan mahasiswa dapat mengupas visi dan misi kedua paslon.

"Bebas berdialog dan menguliti semua visi-misi kandidat dan live di TV nasional," kata Dahnil beberapa waktu yang lalu.

Tak hanya itu, Dahnil juga meminta saat debat capres dan cawapres tak perlu menghadirkan para pendukung. Sebab, menurutnya supaya debat lebih ekonomis dan efisien.

"Tidak perlu menghadirkan para pendukung di hotel misalnya, lebih ekonomis dan efisien," pungkasnya.

TKD Jabar: Suara Jokowi-Ma'ruf di Priangan Barat dan Priangan Timur masih lemah
DPR desak Kemenag efisienkan pembuatan kartu nikah
Ma'ruf Amin: Masyarakat salah paham soal orang buta dan budek
Demokrat sepakat dengan Sandiaga soal genderuwo ekonomi di pemerintahan Jokowi
Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur
DPR nilai sudah seharusnya standar nilai CPNS tinggi
Dispotdirga sosialisasi jurnalistik dan penggunaan internet TNI AU
Bamsoet: hentikan kenaikan harga beras medium
PT Petamburan minta putusan pengadilan dihormati
Kunjungan DPR ke Selandia Baru bahas isu strategis
Bro Sandi: Di masa depan, air akan lebih berharga dari emas
Sandiaga Uno akan beri cabai mulut politisi yang kasar
DPR sebut kartu nikah lebih efisien dari buku nikah
Fadli Zon nilai Sandiaga langkahi makam tokoh NU tak berdampak bagi bangsa
Rocky Gerung: istilah politik genderuwo Jokowi dangkal dan konyol
Fetching news ...