Bupati kena OTT, warga Cirebon pantas sujud syukur

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Bupati kena OTT, warga Cirebon pantas sujud syukur Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra, melalui operasi tangkap tangan (OTT), pada Rabu (24/10/2018) malam. Yang menarik adalah sejumlah warga yang melakukan sujud syukur di pendopo atau rumah dinas bupati usai penangkapan tersebut.

Mereka tergabung dalam Forum Aktivis Muda (FAM) Cirebon Raya. Menurut mereka penangkapan ini adalah doa masyarakat Cirebon yang terkabulkan, karena kurang-lebih sudah empat tahun Bupati Sunjaya menjalankan roda pemerintahan secara tidak benar.

Sunjaya dianggap tak pernah mendengar kritik. Sudah lama menjadi perbincangan orang bahwa ada “sesuatu” di balik rotasi dan mutasi jabatan yang dipimpin Sunjaya.

Selama menjabat, Sunjaya sudah 21 kali melakukan rotasi dan mutasi. Artinya, setahun terjadi empat kali perputaran jabatan. Sayup-sayup terdengar bahwa banyak pejabat yang mengeluh, karena proses rotasi yang transaksional.

Kemiskinan di Cirebon

Meskipun memiliki sejarah pemerintahan yang panjang, masyarakat Cirebon masih dicekam kemiskinan. Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangaan Daerah (Bapelitbangda) tahun 2016, kemiskinan di Cirebon menempati peringkat keempat dari bawah. Angka ini naik satu tingkat dari sebelumnya, yakni tahun 2015, yakni Kabupaten Cirebon bertengger di peringkat ketiga terbawah, hanya unggul dari Indramayu dan Majalengka, di seluruh Jawa Barat.

Angka ini cukup memprihatinkan, karena secara geografis, Cirebon berada di kawasan strategsi di pantura Jawa. Angka kemiskinan saat ini diklaim mencapai 13 persen.

Angka kemiskinan yang tinggi tersebut sejajar dengan tingkat penderita gizi buruk. Pada 2018, angka penderita stunting di Kabupaten Cirebon mencapai 10,9 persen dari 119 ribu balita yang ada di Kabupaten Cirebon, atau sekira 13 ribu balita.

Stunting adalah pertumbuhan tumbuh yang tidak normal akibat kekurangan gizi. Anak penderita stunting akan terlihat kurus dan pendek. Indikatornya disebabkan kurangnya asupan gizi yang cukup serta pola asuh dari orang tua.

Jamak diketahui bahwa penderita stunting datang dari keluarga ekonomi kurang mampu dan kurang wawasan dari orang tua mengenai gizi baik untuk anak.

Kekayaan Sunjaya

Derita sebagian rakyat Cirebon berbanding terbalik dengan pemimpin mereka. Sunjaya memiliki kekayaan yang cukup fantastis, meskipun itu dianggap tidak cukup karena dia merasa perlu untuk melakukan praktik najis untuk mengeruk uang.

Berdasarkan data Laporan Harya Kekayaan Penyelanggara Negera (LHKPN) yang diakses Liputan6.com, Kamis (25/10/2018), politikus PDIP itu memiliki harta kekayaan mencapai Rp 17,6 miliar. Harta kekayaan itu terkhir dilaporkan Sunjaya pada 24 Juli 2015.

Sunjaya tercatat memiliki harta tak bergerak berupa tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp12 miliar lebih. Dia memiliki 70 bidang tanah yang tersebar di daerah Bekasi, Kabupaten Cirebon, Jakarta Timur, dan Kabupaten Bogor.

Luas tanah kepunyaan Sunjaya bervariasi, dari yang paling luas 19.845 meter persegi di Kabupaten Bogor, hingga yang paling sempit 100 meter persegi di Kota Bekasi. Menurut dia, seluruh tanah tersebut berasal dari hasil sendiri dan warisan.

Untuk keperluan transportasi, Sunjaya memiliki tiga unit mobil, yaitu Toyota Corolla Altis seharga Rp200 juta, Toyota Avanza Rp100 juta dan Toyota Kijang Innova Rp 00 juta. Selain itu, dia memiliki simpanan berupa logam mulia dan batu mulia senilai Rp 450 juta.

Bupati Cirebon Sunjaya juga memiliki harta berupa giro dan setara kas lainnya berjumlah Rp4,6 miliar. Dia mengaku sebanyak Rp4,5 miliar uang itu berasal dari warisan, sedangkan Rp153 juta berasal dari hasil sendiri.

Sunjaya juga memiliki harta bergerak berupa kendaraan mobil, antara lain, mobil Toyota Carolla, Toyota Avanza, dan Toyota Kijang. Nilai tiga mobil tersebut adalah Rp500 juta.

Selain itu, dia memiliki simpanan berupa logam mulia dan batu mulia yang nilainya mencapai Rp450 juta. Bupati Sunjaya juga memiliki harta berupa giro dan setara kas lainnya berjumlah Rp4,6 miliar.

Dari Rp17,6 miliar harta yang dimiliki Sunjaya, sebanyak Rp4,5 miliar uang itu berasal dari warisan, sedangkan Rp153 juta berasal dari hasil sendiri.

Kerakusan Sunjaya memang pantas dihentikan oleh KPK. Dengan jumlah kekayaan tersebut dan ternyata masih doyan korupsi, warga Cirebon memang patut mensyukuri penangkapan politisi PDIP tersebut.

Kubu Jokowi klaim paling sedikit langgar aturan kampanye
Siapa pelanggar kampanye terbanyak? Ini kata Bawaslu
Bukan hanya barang, Cina juga bikin Kota Paris versi KW
3 bulan kampanye Pemilu, Bawaslu catat 192 ribu pelanggaran
\
Palestina jadi isu penting agenda diplomasi Parlemen
Penyebab korupsi menurut ahli filsafat Islam
Tanggapi #Sandiwara Uno, PAN: TKN sebaiknya fokus pada kebijakan dan program
Fahri Hamzah setuju pembentukan Pansus KTP elektronik
PDI: BPN pindah ke Jateng justru membangunkan banteng tidur
Sandi dituding playing victim, BPN: Jangan langsung tuduh
Fitnah Jokowi PKI, BPN minta La Nyalla diproses polisi
Momen kampanye, pengamat ragu DPR segera revisi UU perkawinan
PDIP minta Anies siaga hadapi bencana
Aktivis tunggu Prabowo minta maaf ke umat Islam
Fetching news ...