Konsulat Jendral RI buka warung di AS

REPORTED BY: Insan Praditya

Konsulat Jendral RI buka warung di AS Gedung Putih, Amerika Serikat

Konsulat Jendral Republik Indonesia di San Francisco mengadakan Warung Konsuler bagi Masyarakat Indonesia yang berada di Washington. Warung Konsuler dilaksanakan di kota Seattle dengan pertimbangan bahwa kota Seattle mudah dijangkau dari beberapa kota lainnya yang berada di wilayah Washington State.

Pelaksanaan Warung Konsuler di Seattle difokuskan pada Pelayanan Pembuatan Paspor dengan menggunakan Sistem Manajemen Informasi Keimigrasian (SIMKIM). Selain melakukan Pelayanan Pembuatan Paspor RI, Warung Konsuler juga diisi dengan kegiatan Sosialisasi Portal Peduli WNI di Luar Negeri dan juga konsultasi hal-hal yang terkait dengan permasalahan kekonsuleran.

Pelaksanaan Warung Konsuler ini merupakan yang pertama kali setelah pada awal tahun 2018 KJRI San Francisco telah menerapkan SIMKIM untuk pelayanan pembuatan Paspor RI. Dalam sambutannya pada pembukaan Warung Konsuler di Seattle, Pejabat Konjen RI San Francisco menyampaikan bahwa konsekuensi dari penerapan SIMKIM ini adalah mengharuskan WNI yang hendak membuat/memperbarui paspor RI wajib datang ke KJRI San Francisco untuk penyampaian berkasnya dan dilanjutkan dengan perekaman biometric yaitu pengambilan sidik jari dan foto wajah.

Penerapan SIMKIM ini tentunya akan menimbulkan ketidaknyamanan terutama bagi WNI/Masyarakat Indonesia yang tinggal di negara bagian lain yang jauh dari San Francisco. Atas pertimbangan inilah maka KJRI San Francisco melakukan kegiatan Warung Konsuler dengan datang langsung kepada Masyarakat Indonesia yang membutuhkan pelayanan.

KJRI San Francisco pada bulan Mei 2018  telah menerima satu set peralatan mobile unit SIMKIM yang dapat digunakan untuk melakukan pelayanan pembuatan paspor dengan SIMKIM di luar KJRI San Francisco. Dengan dukungan peralatan mobile unit tersebut, KJRI San Francisco melaksanakan kegiatan Warung Konsuler sebagai upaya jemput bola dan sebagai wujud konkrit untuk menunjukkan kehadiran negara bagi para WNI/Masyarakat Indonesia.

Dalam pelaksanaan Warung Konsuler di Seattle ini, KJRI San Francisco sengaja membatasi jumlah Pemohon Pembuatan Paspor RI pada angka 100 orang pemohon/aplikan. Hal ini semata dikarenakan pertimbangan teknis, yaitu pelayanan menggunakan mobile unit SIMKIM ini merupakan yang pertama kali sehingga jika terjadi hal-hal diinginkan tetap dapat diantisipasi.

Masyarakat Indonesia yang berada di wilayah Washington menyambut baik upaya Pelayanan dengan mekanisme jemput bola yang dilakukan oleh KJRI San Francisco melalui Warung Konsuler. Para pemohon/aplikan Pembuatan Paspor yang mendaftar melalui Warung Konsuler menyampaikan kiranya kegiatan Warung Konsuler dapat dilaksanakan lagi dalam waktu dekat di wilayah Washington. Permintaan ini didasarkan, mengingat masih terdapat banyak masyarakat yang tidak dapat dilayani dalam Warung Konsuler ini karena adanya pembatasan jumlah pemohon.

TKD Jabar: Suara Jokowi-Ma'ruf di Priangan Barat dan Priangan Timur masih lemah
DPR desak Kemenag efisienkan pembuatan kartu nikah
Ma'ruf Amin: Masyarakat salah paham soal orang buta dan budek
Demokrat sepakat dengan Sandiaga soal genderuwo ekonomi di pemerintahan Jokowi
Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur
DPR nilai sudah seharusnya standar nilai CPNS tinggi
Dispotdirga sosialisasi jurnalistik dan penggunaan internet TNI AU
Bamsoet: hentikan kenaikan harga beras medium
PT Petamburan minta putusan pengadilan dihormati
Kunjungan DPR ke Selandia Baru bahas isu strategis
Bro Sandi: Di masa depan, air akan lebih berharga dari emas
Sandiaga Uno akan beri cabai mulut politisi yang kasar
DPR sebut kartu nikah lebih efisien dari buku nikah
Fadli Zon nilai Sandiaga langkahi makam tokoh NU tak berdampak bagi bangsa
Rocky Gerung: istilah politik genderuwo Jokowi dangkal dan konyol
Fetching news ...