Bamsoet: pelanggaran videotron pelajaran bagi kubu Jokowi

REPORTED BY: Insan Praditya

Bamsoet: pelanggaran videotron pelajaran bagi kubu Jokowi Ketua Umum Golkar, Bambang Soesatyo

Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan iklan Jokowi-Ma'ruf di Videotron yang diputuskan Bawaslu DKI Jakarta sebagai pelanggaran kampanye merupakan pelajaran bagi kubu Jokowi-Ma'ruf. Ia berharap dari pelanggaran tersebut semua pihak menaati aturan kampanye.

"Menurut saya ini pelajaran bagi kita semua para pasangan calon untuk menaati aturan yang ada. Barangkali juga kesalahan tim pak Jokowi Maruf Amin juga karena aturannya kemarin kita tahu masih ada perbedaan persepsi," kata Bamsoet saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Bamsoet mengatakan peraturan kampanye tersebut masih membingungkan, sehingga menurutnya kehadiran Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ke Bawaslu beberapa waktu yang lalu dapat menyamakan persepsi terkait aturan kampanye.

"Kemarin saya membaca berita bahwa ketua tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin bertemu dengan Bawaslu dan KPU untuk mendamaikan persepsinya, menurut saya ke depan saya meyakini tak ada lagi pelanggaran-pelanggaran pemilu," lanjutnya.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta memutuskan pemasangan iklan Jokowi-Ma'ru dengan videotron dibeberapa titik di Jakarta adalah pelanggaran administrasi pemilu 2019.

Bawaslu DKI Jakarta Puadi selaku Ketua  majelis hukum dalam sidang dugaan pelanggaran iklan Videotron membacakan keputusan. Dalam putusannya, Bawaslu DKI menetapkan pemasangan iklan di Videotron tersebut adalah pelanggaran administrasi Pemilu.

"Menyatakan pemasangan alat peraga kampanye berupa videotron yang memuat pasangan calon nomor urut 01 berada pada tempat yang dilarang sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan KPU Provinsi DKI Jakarta Nomor 175/pr.01.5-KPT/31/prov/IX/2018 tentang Lokasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye Provinsi DKI Jakarta dalam Pemilu tahun 2019 adalah merupakan pelanggaran administrasi Pemilu terhadap tata cara dan mekanisme administrasi pelaksanaan Pemilu," kata Puadi beberapa waktu yang lalu.

Bawaslu DKI saat ini mengaku belum mengetahui siapa pemasangan iklan kampanye Jokowi-Ma'ruf yang tersebar dibeberapa titik di ibu kota. Bawaslu mengatakan pengawasan belum dapat mengusut identitas pemasangan iklan karena waktu terbatas.

"Mengingat waktu. Sebenarnya dalam pola penanganan pelanggaran administrasi itu Bawaslu bisa investigasi. Mengingat waktu dalam tahapan ini terus berjalan, maka paling tidak putusan sesuai fakta persidangan," ujarnya.

TKD Jabar: Suara Jokowi-Ma'ruf di Priangan Barat dan Priangan Timur masih lemah
DPR desak Kemenag efisienkan pembuatan kartu nikah
Ma'ruf Amin: Masyarakat salah paham soal orang buta dan budek
Demokrat sepakat dengan Sandiaga soal genderuwo ekonomi di pemerintahan Jokowi
Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur
DPR nilai sudah seharusnya standar nilai CPNS tinggi
Dispotdirga sosialisasi jurnalistik dan penggunaan internet TNI AU
Bamsoet: hentikan kenaikan harga beras medium
PT Petamburan minta putusan pengadilan dihormati
Kunjungan DPR ke Selandia Baru bahas isu strategis
Bro Sandi: Di masa depan, air akan lebih berharga dari emas
Sandiaga Uno akan beri cabai mulut politisi yang kasar
DPR sebut kartu nikah lebih efisien dari buku nikah
Fadli Zon nilai Sandiaga langkahi makam tokoh NU tak berdampak bagi bangsa
Rocky Gerung: istilah politik genderuwo Jokowi dangkal dan konyol
Fetching news ...