DPR pertanyakan anggaran besar Kemenhub

REPORTED BY: Insan Praditya

DPR pertanyakan anggaran besar Kemenhub Gedung DPR-MPR-DPD RI

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis mempertanyakan besaran anggaran yang sudah disetujui terkait pengawasan dan pembinaan kelayakan udara dan pengawasan pesawat udara yang mencapai Rp130,6 miliar. Persetujuan anggaran tersebut pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

"Tadi hampir semua anggota mempertanyakan itu dana Rp130,6 miliar terkait dana pengawasan dan pembinaan kelaiakan udara untuk peengoperasian pesawat udara. Itu kita mau tahu detailnya," kata Fary saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Fary mengatakan anggaran Rp130,6 miliar itu bukanlah dana yang sedikit untuk pembinaan dan pengawasan maskapai penerbangan. Namun, Ia menilai kinerja atau pengawasan yang dilakukan kurang efektif.

"Kita akan dalami lagi kita mau tanyakan yang Rp130,6 miliar ini dibutuhkan untuk apa? ini bukan dana yang sedikit," ujarnya.

Fary juga menambahkan terkait banyak keluhan masyarakat terhadap pelayanan maskapai penerbangan Lion Air. Fary mengatakan masyarakat banyak mengeluhkan penundaan jadwal penerbangan Lion Air, untuk itu Ia mempertanyakan fungsi pengawasan dari Kementerian Perhubungan.

"Tapi mana nih fungsi pengawasannya perhubungan (Kemenhub) melakukan itu, itu terjadi terus begitu saja, dimana fungsi pengawasan daripada dana yang kita setujui 130,6 miliar ini, sementara keluhan-keluhan dari masyarakat itu sering berulang," tuturnya.

Selanjutnya, Fary mengatakan setalah evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, Komisi V DPR akan memanggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta sejumlah komponen terkait untuk mengevaluasi peristiwa tersebut serta dan maskapai penerbangan Lion Air.

"kita kasih kesempatan untuk evakuasi dan sebagainya, kita reses pertama kita rapat kerja dengan Pak Menteri untuk membahas berkaitan dengan temuan kita, lalu kita tunggu KNKT,"  tutupnya.

 

Mengingat 3 horor perkosaan di Indonesia
Fahri Hamzah: Pilpres lebih banyak perang gimmick, rakyat lapar bos
Agung Laksono nilai dukungan Soetrisno Bachir dongkrak suara Jokowi
Popularitas Habieb Rizieq turun, Golkar: masyarakat ingin kelembutan
TKN: Ustad Abdul Somad tak berpihak pada Prabowo
Demokrat ke Prabowo-Sandi: Apa yang menjadi janji harus ditepati
Demokrat tuding Sekjen Gerindra beri informasi tak utuh ke publik
Isi pembicaraan Jokowi dengan Putin
Sederet dampak buruk jika Anda miskin
PAN nilai Sandiaga Uno lebih tingkatkan elektabilitas dibanding Prabowo
Kubu Jokowi nilai kampanye negatif tak haram
Kubu Prabowo ingin lakukan taubat nasional
DPR RI kutuk serangan Israel atas warga Palestina
Sete Gibernau kembali balap Gran Prix setelah 10 tahun pensiun
JAPRI ajak masyarakat cerdas hindari hoaks
Fetching news ...