Kubu Jokowi tertawakan tuduhan curi start oleh kubu Prabowo

REPORTED BY: Insan Praditya

Kubu Jokowi tertawakan tuduhan curi start oleh kubu Prabowo Calon Presiden Prabowo Subianto bersama koalisi

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani mengatakan tertawa mendengar pelapororan Presiden Joko Widodo, yang diduga mencuri start kampanye dengan kebijakan penggratisan Surabaya-Madura (Suramadu) oleh kubu Prabowo. Hal itu diutarakan Arsul saat ditemui wartawan di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

"Saya tertawa saja mengikuti cara berpikir kelompok advokat yang menginisiasi pengaduan tersebut. Jadi tidak perlu ditanggapi khusus atas perilaku yang buat saya hanya ingin cari populer saja," kata Arsul

Arsul menduga setiap kebijakan presiden Jokowi yang bermanfaat bagi masyarakat akan dilaporkan ke Bawaslu. Ia juga meminta supaya pelapor meminta ke Bawaslu menghentikan kebijakan presiden yang memberi manfaat bagi masyarakat.

"Nanti kebijakan apapun yang memberikan manfaat ekonomis kepada masyarakat diadukan kepada Bawaslu. Lah, kenapa gak sekalian saja minta Bawaslu agar Presiden berhenti mengambil keputusan yang ada dampak ekonomisnya kepasa rakyat," pungkasnya.

Sementara itu, Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dilaporkan oleh Forum Advokat Rantau karena diduga melakukan kampanye terselubung dengan menggratiskan tarif Jembatan Suramadu. Rubby Cahyady selaku anggota dari Forum Advokat Rantau mengatakan beberapa orang yang berfoto dengan Jokowi terlihat berpose satu jari ketika acara peresmian berlangsung.

"Diduga hal tersebut adalah merupakan pelanggaran kampanye, kampanye terselubung yang langsung di Suramadu dan pada masa kampanye, serta diviralkan melalui media massa. Terlebih di saat kesempatan tersebut (warga) memberikan simbol salam satu jari yang merupakan citra diri Pak Jokowi sebagai salah satu calon presiden," kata Rubby beberapa waktu yang lalu.

Dalam beberapa bukti yang dibawa Rubby, ada beberapa artikel berita dari media online. Menurut Rubby, diduga Jokowi melanggar pasal 282 jo 306 jo 547 uu 7 tahun 2017 tentang pemilu.

"Dugaan kampanye terselubung yang diduga dilakukan Jokowi dikarenakan berpotensi merugikan peserta pemilu," tutupnya.

 

Mengingat 3 horor perkosaan di Indonesia
Fahri Hamzah: Pilpres lebih banyak perang gimmick, rakyat lapar bos
Agung Laksono nilai dukungan Soetrisno Bachir dongkrak suara Jokowi
Popularitas Habieb Rizieq turun, Golkar: masyarakat ingin kelembutan
TKN: Ustad Abdul Somad tak berpihak pada Prabowo
Demokrat ke Prabowo-Sandi: Apa yang menjadi janji harus ditepati
Demokrat tuding Sekjen Gerindra beri informasi tak utuh ke publik
Isi pembicaraan Jokowi dengan Putin
Sederet dampak buruk jika Anda miskin
PAN nilai Sandiaga Uno lebih tingkatkan elektabilitas dibanding Prabowo
Kubu Jokowi nilai kampanye negatif tak haram
Kubu Prabowo ingin lakukan taubat nasional
DPR RI kutuk serangan Israel atas warga Palestina
Sete Gibernau kembali balap Gran Prix setelah 10 tahun pensiun
JAPRI ajak masyarakat cerdas hindari hoaks
Fetching news ...