Kubu Prabowo nilai ajakan Bupati Boyolali bermuatan politis

REPORTED BY: Insan Praditya

Kubu Prabowo nilai ajakan Bupati Boyolali bermuatan politis Tanggapan timses terkait Bupati Boyolali

Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menilai pengajakan Bupati Boyolali kepada warganya untuk tidak memilih Prabowo-Sandi pada pilpres 2019 mempunyai muatan politis.

"Memang peristiwa ini menjadi sarat politik yang tidak beradab, dengan mengajak semua pihak untuk hijrah ternayta pendukungnya malah masih bermai-main di politik tidak beradab," ujarnya di Jalan Kartanegara IV, Jakarta, Selasa malam (06/11/2018).

Lebih lanjut, dia mengajak kepada semua pihak untuk tidak memperpanjang situasi politik berlarut-larut mengenai perkataan 'tampang Boyolali Prabowo. Ia menilai pada perkataan tersebut tidak bermuatan menghina di dalamnya.

"Sejatinya bukan untuk menghina, namun kita tidak ingin larut bersama-sama dengan perilaku orang-orang yang sudah terjadi di luar aturan,"  tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi lainnya, Habiburokhman mengatakan bahwa Bupati Boyolali diduga telah melanggar aturan dirinya sebagai pejabat negara, hal tersebut tercantum pada Undang-Undang tahun 2017 tentang pemilu.

"UU 7 tahun 2017 tentang Pemilu melarang seorang pejabat melakukan membuat kebijakan, melakukan tindakan yang menguntungkan atau yang merugikan salah satu pasangan calon. Soal penyebaran kebencian jadi ada bebrapa kaimat yang menurut bukti dan rekaman yang kami dapat, ada dugaan penggunaan kalimat yang sangat-sangat keterlaluan yang sangat kasar," paparnya.

Dia berharap kepada pihak kepolisian dan Bawaslu persoalan ini bisa diusut tuntas secara hukum. Tujuannya agar semua pihak tidak sembarang menuding dan menyebarkan kebencian.

"Pihak-pihak yang nanti terbukti bersalah bisa mempertanggungjawabkannya, sama-sama kita lihat nanti secara hukum itu bagaimana," jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono mengatakan pernyataan Prabowo soal tampang Boyolali tersebut adalah gambaran masyarakat pada umumnya banyak yang tidak bisa masuk ke tempat-tempat mewah di Indonesia. Itu artinya ekonomi masyarakat Indonesia masih banyak yang belum sejahtera.

"Seperti tempat-tempat yang tidak bisa diakses oleh kebanyakan rakyat, dan ketika disampaikan itu peserta semua ketawa. Apa tang disampaikan Pak Prabowo itu tentang fenomena kesenjangan (ekonomi)," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Dia menyayangkan video Prabowo yang dipotong oleh pihak yang sengaja ingin mengadu domba di Pilpres 2019 ini. Sehingga kesannya Ketua Umum Partai Gerindra ini menghina warga Boyolali.

"Sehingga kesannya yang kemudian dimunculkan adalah ada pernyataan tidak senonoh dari Pak Prabowo, yang semula oleh peserta di situ tidak apa-apa tapi kemudian dipolitisas," tutup Fery.

TKD Jabar: Suara Jokowi-Ma'ruf di Priangan Barat dan Priangan Timur masih lemah
DPR desak Kemenag efisienkan pembuatan kartu nikah
Ma'ruf Amin: Masyarakat salah paham soal orang buta dan budek
Demokrat sepakat dengan Sandiaga soal genderuwo ekonomi di pemerintahan Jokowi
Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur
DPR nilai sudah seharusnya standar nilai CPNS tinggi
Dispotdirga sosialisasi jurnalistik dan penggunaan internet TNI AU
Bamsoet: hentikan kenaikan harga beras medium
PT Petamburan minta putusan pengadilan dihormati
Kunjungan DPR ke Selandia Baru bahas isu strategis
Bro Sandi: Di masa depan, air akan lebih berharga dari emas
Sandiaga Uno akan beri cabai mulut politisi yang kasar
DPR sebut kartu nikah lebih efisien dari buku nikah
Fadli Zon nilai Sandiaga langkahi makam tokoh NU tak berdampak bagi bangsa
Rocky Gerung: istilah politik genderuwo Jokowi dangkal dan konyol
Fetching news ...