Ma'ruf Amin sebut janji bagi tanah negara salah paham

REPORTED BY: Insan Praditya

Ma'ruf Amin sebut janji bagi tanah negara salah paham Calon Wakil Presiden, Ma'ruf AminTanah

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin membantah menjanjikan bagi-bagi tanah negara kepada petani. Ia mengatakan tidak ada janji-janji materi dalam pidatonya, hal itu hanya untuk menjelaskan program pemerintah Jokowi tentang redistribusi aset.

"Ya bukan saya lah. Itu program yang dicanangkan, yang sekarang dan yang akan datang. Itu salah paham lah," kata Ma'ruf di Rumah Situbondo, Jakarta, Rabu (07/11/2018).

Ma'ruf menjelaskan redistribusi aset itu adalah tanah negara yang dulu diberikan konglomerat kepada masyarakat.

"Itu adalah tanah negara yang masih sisa, itu yang dulu diberikan kepada konglomerat, ini akan diberikan kepada masyarakat, kepada koperasi, kepada pesantren. Itu namanya redistribusi aset. Masa' saya yang bagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dilaporkan ke Bawaslu karena diduga melakukan pelanggaran kampanye. Pelapor adalah Andi Samsul Bahri sebagai masyarakat.

Andi menjelaskan dugaan pelanggaran kampanye Ma'ruf itu terdapat pada video pidato Ma'ruf yang beredar di sosial media. Dari video itu, Andi melaporkan Ma'ruf Amin ke Bawaslu.

"Saya menemukan di grup WA tentang adanya pidato itu, setelah dapat saya berdiskusi kepada teman-teman tim Advokat Masyarakat Adil dan Makmur. Akhirnya mereka 'ayo kita lapor', dan saya didampingi," kata Andi beberapa waktu yang lalu.

Kuasa hukum Andi dari Tim Advokasi Masyarakat Adil Makmur (TAMAM) Muhammad Akhiri mengatakan dalam video Ma'ruf yang beredar itu terjadi pada tanggal 1 November 2018. Ma'ruf diduga melanggar kampanye karena menjanjikan akan membagikan tanah negara pada petani.

"Peristiwa ini kan jadi pada tanggal 1 November 2018 karena salah satu calon cawapres pasangan nomor urut 1 yaitu Kiai Ma'ruf Amin. Dalam safari politiknya (Ma'ruf) sempat menyatakan, ingin membagi tanah negara pada masyarakat petani," kata Muhammad beberapa waktu yang lalu

TKD Jabar: Suara Jokowi-Ma'ruf di Priangan Barat dan Priangan Timur masih lemah
DPR desak Kemenag efisienkan pembuatan kartu nikah
Ma'ruf Amin: Masyarakat salah paham soal orang buta dan budek
Demokrat sepakat dengan Sandiaga soal genderuwo ekonomi di pemerintahan Jokowi
Kubu Prabowo sebut penurunan kemiskinan Jokowi kalah dengan Megawati dan Gusdur
DPR nilai sudah seharusnya standar nilai CPNS tinggi
Dispotdirga sosialisasi jurnalistik dan penggunaan internet TNI AU
Bamsoet: hentikan kenaikan harga beras medium
PT Petamburan minta putusan pengadilan dihormati
Kunjungan DPR ke Selandia Baru bahas isu strategis
Bro Sandi: Di masa depan, air akan lebih berharga dari emas
Sandiaga Uno akan beri cabai mulut politisi yang kasar
DPR sebut kartu nikah lebih efisien dari buku nikah
Fadli Zon nilai Sandiaga langkahi makam tokoh NU tak berdampak bagi bangsa
Rocky Gerung: istilah politik genderuwo Jokowi dangkal dan konyol
Fetching news ...