Timses Jokowi tak ingin keterlibatan anak dalam kegiatan politik

REPORTED BY: Insan Praditya

Timses Jokowi tak ingin keterlibatan anak dalam kegiatan politik Timses Jokowi menunjukkan foto-foto anak dalam kegiatan politik

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Ade Irfan Pulungan berharap anak-anak tidak dijadikan sebagai alat untuk kepentingan politik. Sebab, menurutnya anak-anak belum memahami apapun tentang politik dan bukan pemilih dalam Pemilu 2019.

"Di masa kampanye hari ini, kontestasi Pilpres kali ini, kita berharap anak itu jangan dijadikan sebagai alat atau media untuk kampanye yang sifatnya negatif, karena mereka sendiri belum memahami tentang apa yang terjadi. dan mereka juga bukan pada saat usia pemilih," kata  Ade saat ditemui wartawan di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (09/11/2018).

Ade mengatakan Tim Kampanye Nasional sudah melaporkan kegiatan politik yang mengikut sertakan anak-anak kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan pihak kepolisian. Ia berharap Bawaslu dan pihak kepolisian dapat proaktif dan responsif terhadap masalah tersebut.

"Mudah-mudahan Bawaslu dapat pendapat melacaknya apakah ini sebuah mobilisasi oleh paslon 02. Hal-hal inilah yang akan kami sampaikan di Bareskrim kemarin agar Bareskrim proaktif responsif terhadap masalah ini," ujarnya.

Ade juga memperlihatkan video orasi anak-anak pada saat aksi bela tauhid 211 beberapa waktu yang lalu. Sambil memperlihatkan video, Ade mengatakan anak-anak itu berseru kepada publik untuk tidak memilih paslon nomor 01, tetapi memilih paslon nomor urut 02.

"Anak-anak tersebut menyampaikan kepada publik pada saat itu untuk jangan pilih 01 pilih 02 artinya kan ini sebuah ajakan," tuturnya.

Selanjutnya, dari beberapa kasus anak yang diikutsertakan dalam kegiatan politik, Ade menilai itu kampanye diluar jadwal. Ia mengatakan akan melaporkan hal itu ke Bawaslu.

"Kita menganggap ini sebuah kampanye diluar jadwal, nanti kami akan melaporkan hal ini ke Bawaslu insyaallah sore nanti," pungkasnya.

PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Suku Yei Papua sambut “kado Natal” dari prajurit TNI
Penyair Singapura baca puisi di Ruang Baca Rimba Bulan
PDIP dituding rusak atribut Demokrat, Hanura: Jangan tuduh tanpa bukti
PAN sebut yang dukung Jokowi di Sumsel bukan kadernya
Sandi sebut Jateng ingin ganti presiden, Djarot: Upaya menghibur diri
TKN: Iklan kerja kerja kerja Gerindra garing dan tak inovatif
Manajer Repsol Honda: Rossi tak bisa terima masa kejayaannya habis
Rossi bingung mengapa dirinya masih populer
PKH efektif atasi kemiskinan
Rayakan HUT, BRI beri beasiswa puluhan milyar untuk ribuan orang
IHSG diprediksi menguat tunggu putusan The Fed
Jumlah BUMN berkurang 44 dalam 14 tahun, mengapa?
Fetching news ...