Sandiaga Uno akan beri cabai mulut politisi yang kasar

REPORTED BY: Insan Praditya

Sandiaga Uno akan beri cabai mulut politisi yang kasar Calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Uno

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan akan menjejali mulut politisi yang berbicara kasar tanpa substansi dengan cabai. Hal itu diutarakan Sandi saat blusukan di Pasar Baru Panam, Pekanbaru, Riau, Senin (12/11/2018).

"Setiap kali ada politisi bicara kasar kita cabein mulutnya. Karena kita sekarang butuh politik yang mempersatukan bukan memecah belah," ujar Sandi kepada pedagang cabai bernama Rudi, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Rimanews, Senin (12/11/2018).

Sandi menjelaskan bahwa menjejali mulut politisi kasar dengan cabai terinspirasi dari pengalamannya dengan ibunda, Mien Uno. Sandi bercerita ibunya biasa menjejali mulutnya dengan cabai tiap kali dirinya berbicara kasar.

"Saya kalau melihat cabe merah seperti ini ingat bener tiap kali bicara kasar, ibu saya, Mien Uno, langsung mulut saya di-cabein. Nah ini yang kita sebut politik cabai atau lado," jelasnya.

Kendati demikian,Sandi tidak menyebut nama politisi yang menurutnya bicara kasar.

Berdasarkan pengamatan, Beberapa hari terakhir panggung politik menjelang Pilpres 2019 diramaikan oleh pernyataan keras para politisi. Jokowi mengeluarkan  pernyataan politik 'genderuwo' dan 'sontoloy'o, Sementara Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan 'tampang Boyolali'.

Sebagian masyarakat juga menyoroti pernyataan Cawapres pendamping Jokowi, Ma'ruf Amin soal 'budek' dan 'buta'.

Menanggapi hal tersebut,Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo menyayangkan bahasa politik yang dipakai kedua kubu seperti 'harga tempe', 'tampang Boyolali', 'sontoloyo', dan 'genderuwo' yang lebih banyak menimbulkan bising ketimbang substansi.

Dibanding kampanye Pilpres 2014, Ari menilai kualitas kampanye saat ini merosot. Pada Pilpres 2014 publik dikenalkan dengan istilah seperti tol laut, poros maritim, membangun negara dari pinggiran, hingga revolusi mental dari Jokowi.

"Itu jargon-jargon yang luar biasa, tapi sekarang enggak ada. Sampai sekarang Nawacita 2 belum tahu ngomong apa sih,"  ujar Ari.

 

 

Nasdem klaim TGB bergabung
PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Suku Yei Papua sambut “kado Natal” dari prajurit TNI
Penyair Singapura baca puisi di Ruang Baca Rimba Bulan
PDIP dituding rusak atribut Demokrat, Hanura: Jangan tuduh tanpa bukti
PAN sebut yang dukung Jokowi di Sumsel bukan kadernya
Sandi sebut Jateng ingin ganti presiden, Djarot: Upaya menghibur diri
TKN: Iklan kerja kerja kerja Gerindra garing dan tak inovatif
Manajer Repsol Honda: Rossi tak bisa terima masa kejayaannya habis
Rossi bingung mengapa dirinya masih populer
PKH efektif atasi kemiskinan
Rayakan HUT, BRI beri beasiswa puluhan milyar untuk ribuan orang
IHSG diprediksi menguat tunggu putusan The Fed
Fetching news ...