Kubu Prabowo ingin lakukan taubat nasional

REPORTED BY: Insan Praditya

Kubu Prabowo ingin lakukan taubat nasional Juru bicara BPN, Gamal Albinsaid

Juru bicara Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid mengatakan ingin mengambil langkah momentum untuk melakukan taubat nasional bagi Badan Pemenangan Nasional (BPN), melihat banyak kampanye negatif yang dilontarkan kedua kubu belakangan ini. Menurutnya, kampanye negatif tersebut membuat banyak hal penting terkait program dan visi-misinya yang tidak terangkat.

"Ini harus menjadi momentum tobat nasional,banyak hal yang substantif yang tidak bisa diangkat, tapi tertutupi basis diskusi berbasis diksi yang tidak dapat mencerdaskan masyarakat," ujarnya di Hotel Le Meredien Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Lebih lanjut, Gamal menjelaskan bahwa langkah paling pertama yang diambil adalah melakukan kampanye positif seperti berbicara visi-misi dan program kerja hingga beretorika dengan menggunakan data yang berdasar pada realitas.

"Sudah mulai ke tiga hal, satu politik yang bermartabat, yaitu politik yang berbicara visi misi dan program kerja, kedua politik cerdas yang berbasis data sehingga jika menyampaikan asumsi dan opini itu berdasarkan realita," jelasnya.

Selain itu, Gamal mengatakan bahwa kubu Prabowo menginginkan kampanye politik yang sejuk dan damai. Kampanye tersebut haruslah  mengedepankan norma dalam menyampaikan sebuah gagasan.

"Ketiga  adalah politik yang sejuk yaitu tetap menjaga dan mengedepankan norma-norma dalam menyampaikan sebuah gagasan," ujarnya.

Kendati demikian, Badan Pemenangan Nasional tidak ingin hanya sekedar wacana saja, tetapi harus melakukan langkah nyata dengan melakukan kampanye yang lebih produktif melalui media sosial, sehingga diksi yang terkesan negatif dapat ditekan.

"Kunci semua tim Pemenangan BPN itu, Kita harus taubat nasional, kita mulai bicara Hal yang lebih produktif, itu mulai dari media sosial dan media," tutupnya.

PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Suku Yei Papua sambut “kado Natal” dari prajurit TNI
Penyair Singapura baca puisi di Ruang Baca Rimba Bulan
PDIP dituding rusak atribut Demokrat, Hanura: Jangan tuduh tanpa bukti
PAN sebut yang dukung Jokowi di Sumsel bukan kadernya
Sandi sebut Jateng ingin ganti presiden, Djarot: Upaya menghibur diri
TKN: Iklan kerja kerja kerja Gerindra garing dan tak inovatif
Manajer Repsol Honda: Rossi tak bisa terima masa kejayaannya habis
Rossi bingung mengapa dirinya masih populer
PKH efektif atasi kemiskinan
Rayakan HUT, BRI beri beasiswa puluhan milyar untuk ribuan orang
IHSG diprediksi menguat tunggu putusan The Fed
Jumlah BUMN berkurang 44 dalam 14 tahun, mengapa?
Fetching news ...