Fahri Hamzah: Pilpres lebih banyak perang gimmick, rakyat lapar bos

REPORTED BY: Insan Praditya

Fahri Hamzah: Pilpres lebih banyak perang gimmick, rakyat lapar bos Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai pada pilpres 2019 ini, kedua kubu antara Jokowi-Maa'ruf dengan Prabowo-Sandi lebih banyak adu gimmick dibanding dengan adu gagasan. Hal ini mengakibatkan hilangnya substansi pada program kampanye tersebut.

"Ya, akhirnya ada sesuatu yang tidak terencana, akhirnya lebih banyak gimmick dari pada subtansinya, rakyat lapar bos," ujarnya di gedung DPR-MPR RI Jakarta, Kamis (15/11/2018).

"Nah itu yang membuat akhirnya perang gimmick, lomba lomba dah pakai oblong yang badannya sixpack, Sandi lari maraton, Jokowi naik motor, buat rakyat apa ini gini-gini?," Lanjutnya.

Lebih lanjut, Fahri menjelaskan seharusnya kedua kubu tersebut lebih mengedepankan program kampanyenya seperti menyelesaikan beberapa masalah yang belum terselesaikan pada Indonesia. Dengan begitu, menurutnya ada panduan yang sesuai dengan konteks yang akan diperdebatkan.

"Debat bagaimana menyelesaikan masalah Papua bagaimana integrasi papua kan enak,Bagaimana saham Freeport, bagaimana keadaan Sulawesi bikin gerbang Sulawesi dalam menghadapi bencana. Bagaimana soal masa depan otonomi di Aceh bagaimana, gimana Undang Undang desa?," tanyanya.

"Kan enak nontonnya jadi ada panduan dalam perdebatan,rakyat gabisa kenyang, yang bisa kenyang ini adalah bagaimana masa depan Papua gimana, masa depan pertanian gimana, masa depan swasembada dan subsidi yang dicabut bagaimana, itu dong yang penting," lanjutnya.

Kendati demikian, dia menyarankan kepada kedua kubu tersebut untuk membahas ekonomi kerakyatan yang ada pada program dan visi-misi masing-masing. Dengan begitu, masyarakat dapat menyimak dengan bijak dibandingkan harus perang 'gimmick'.

"Tentang ekonomi rakyat, pak Maruf lawan sandi atau ketua tim sukses nya ekonomi kedua kubu adu program terus berantem, kan enak ditonton rakyat jadi cerdas," tutupnya.

PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Suku Yei Papua sambut “kado Natal” dari prajurit TNI
Penyair Singapura baca puisi di Ruang Baca Rimba Bulan
PDIP dituding rusak atribut Demokrat, Hanura: Jangan tuduh tanpa bukti
PAN sebut yang dukung Jokowi di Sumsel bukan kadernya
Sandi sebut Jateng ingin ganti presiden, Djarot: Upaya menghibur diri
TKN: Iklan kerja kerja kerja Gerindra garing dan tak inovatif
Manajer Repsol Honda: Rossi tak bisa terima masa kejayaannya habis
Rossi bingung mengapa dirinya masih populer
PKH efektif atasi kemiskinan
Rayakan HUT, BRI beri beasiswa puluhan milyar untuk ribuan orang
IHSG diprediksi menguat tunggu putusan The Fed
Jumlah BUMN berkurang 44 dalam 14 tahun, mengapa?
Fetching news ...