Korban Lion Air JT-610 yang tak terdaftar tetap mendapatkan santunan

REPORTED BY: Insan Praditya

Korban Lion Air JT-610 yang tak terdaftar tetap mendapatkan santunan Direktur Utama PT. Jasa Raharja, Agus Rahardjo

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo mengatakan korban penumpang Lion JT 610 yang tidak masuk dalam daftar amnesti Lion Air tetap diberikan santunan. Ia mengatakan keputusan itu berdasarkan hasil kesepakatan antara pihak Lion Air dan pihak tempat korban bekerja PT Sky Pasific Indonesia.

"Itu sudah kita koordinasikan dengan pihak Lion dan juga kita koordinasikan dengan pihak yang tempat bersangkutan bekerja,"  kata Budi saat ditemui wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Budi mengatakan pemberian santunan kepada korban tersebut sudah menemui kepastian, baik dari pihak Lion Air dan pihak PT Sky Pacific Indonesia dengan surat pernyataan dari kedua pihak bahwa korban penumpang Lion Air itu diberikan santunan.

"Itu sudah ada kepastian, sudah ada surat pernyataan keterangan dari Lion maupun tempat bekerja dan itu memang sebagai penumpang yang diberangkatkan dan berada di pesawat Lion Air itu. Kita berikan santunan," ujarnya.

Budi mengatakan dalam memberikan santunan kepada keluarga korban, Jasa Raharja melakukan survei dengan mendatangi pihak keluarga korban untuk kelengkapan proses penyerahan santunan. Ia mengatakan hal itu dilakukan dengan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Basarnas, dan Pihak DVI Polri.

"Kita lakukan survei ke masing-masing atau mendatangi pihak keluarga korban dan itu sudah kami peroleh semua kelengkapan proses dari pada untuk penyerahan santunannya," tuturnya.

Selanjutnya, Budi mengatakan dalam pemberian santunan kepada keluarga korban, Jasa Raharja tetap pro aktif menghubungi pihak keluarga korban. Ia mengatakan sudah membuat enam posko dibeberapa titik diantaranya di Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Soekarno Hatta, Rumah Sakit Polri, Tanjuk Priuk dan lain-lain.

"Di Halim kemudian di Ibis dan Rumah Sakit Polri, kemudian di Soetta di terminal 1 kemudian juga di Tanjung Priuk bersama Basarnas dan di Bangka Belitung ya di Bandara Adipati Amir. Jadi sejak hari pertama kita sudah proaktif untuk melalukan pendataan dan jemput bola pada masing-masing keluarga korban yang ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Salah satu penumpang Lion Air JT 610 bernama Arif Yustian ternyata tidak tercatat dalam manifes penumpang Lion Air. Ia berada di dalam penerbangan JT-610 untuk pergi ke Pangkal Pinang karena menggantikan rekan kerjanya bernama Krisma Wijaya.

Arif bekerja di PT Sky Pasific Indonesia ditugaskan kantor untuk berangkat ke Pangkal Pinang bersama dua rekan kerjanya, yakni Darwin Harianto dan Rohmanir Pandi Sagala. Namun, nama yang terdaftar dalam manifes Lion masih nama Krisma Wijaya,

Berdasar Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1965 tentang Ketentuan-Ketentuan Pelaksanaan Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, para penerima uang ganti rugi adalah orang-orang yang tercatat pada daftar manifes penumpang yang dipegang maskapai. Sedangkan Arif tidak tercatat dalam manifes

Kubu Jokowi klaim paling sedikit langgar aturan kampanye
Siapa pelanggar kampanye terbanyak? Ini kata Bawaslu
Bukan hanya barang, Cina juga bikin Kota Paris versi KW
3 bulan kampanye Pemilu, Bawaslu catat 192 ribu pelanggaran
\
Palestina jadi isu penting agenda diplomasi Parlemen
Penyebab korupsi menurut ahli filsafat Islam
Tanggapi #Sandiwara Uno, PAN: TKN sebaiknya fokus pada kebijakan dan program
Fahri Hamzah setuju pembentukan Pansus KTP elektronik
PDI: BPN pindah ke Jateng justru membangunkan banteng tidur
Sandi dituding playing victim, BPN: Jangan langsung tuduh
Fitnah Jokowi PKI, BPN minta La Nyalla diproses polisi
Momen kampanye, pengamat ragu DPR segera revisi UU perkawinan
PDIP minta Anies siaga hadapi bencana
Aktivis tunggu Prabowo minta maaf ke umat Islam
Fetching news ...