KPK harap politisi dicabut hak politiknya jika korupsi

REPORTED BY: Insan Praditya

KPK harap politisi dicabut hak politiknya jika korupsi Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengharapkan para politisi untuk dicabut hak politiknya untuk dipilih dan memilih jika terbukti bersalah dalam perkara korupsi. Lembaga antirasuah tersebut memandang pencabutan hak politik menjadi salah satu cara memberikan efek jera kepada politikus yang korupsi.

"Pencabutan hak politik ini penting, bahkan KPK berharap ini bisa menjadi standar di seluruh kasus korupsi yang melibatkan aktor politik‎," ujarnya kepada wartawan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (07/12/2018).

Febri mengatakan pencabutan hak politik seluruh aktor politik, baik kepala daerah maupun anggota dewan yang terlibat korupsi penting dilakukan lantaran mereka telah mengkhianati kepercayaan rakyat. Politisi tersebut perlu diberikan sanksi tambahan selain pidana pokok.

"Sehingga wajar kalau hak politiknya dicabut hingga waktu batasan tertentu‎," kata Febri.

Berdasarkan catatan KPK pada September lalu, terdapat 26 terpidana korupsi yang telah dicabut hak politiknya. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda, namun kebanyakan berlatar pejabat legislatif dan eksekutif.

Seperti diketahui sebelumnya, Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta mencabut hak politik Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola selama lima tahun. Dia juga divonis enam tahun penjara dan denda Rp.500 juta subsider tiga bulan kurungan karena terbukti melakukan suap terhadap anggota DPRD Jambi.

Tidak hanya itu, terdakwa korupsi yang dicabut hak politiknya antara lain mantan Ketua DPR Setya Novanto selama lima tahun, Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari selama lima tahun. Wali Kota nonaktif Kendari Adriatma Dwi Putra dan mantan Wali Kota Kendari Asrun selama dua tahun.
    
   

Kubu Jokowi klaim paling sedikit langgar aturan kampanye
Siapa pelanggar kampanye terbanyak? Ini kata Bawaslu
Bukan hanya barang, Cina juga bikin Kota Paris versi KW
3 bulan kampanye Pemilu, Bawaslu catat 192 ribu pelanggaran
\
Palestina jadi isu penting agenda diplomasi Parlemen
Penyebab korupsi menurut ahli filsafat Islam
Tanggapi #Sandiwara Uno, PAN: TKN sebaiknya fokus pada kebijakan dan program
Fahri Hamzah setuju pembentukan Pansus KTP elektronik
PDI: BPN pindah ke Jateng justru membangunkan banteng tidur
Sandi dituding playing victim, BPN: Jangan langsung tuduh
Fitnah Jokowi PKI, BPN minta La Nyalla diproses polisi
Momen kampanye, pengamat ragu DPR segera revisi UU perkawinan
PDIP minta Anies siaga hadapi bencana
Aktivis tunggu Prabowo minta maaf ke umat Islam
Fetching news ...