Refleksi akhir tahun 2018 dan proyeksi 2019 bagi seorang legislator

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Refleksi akhir tahun 2018 dan proyeksi 2019 bagi seorang legislator akil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati

Hari ini, Senin (31/12/2018), merupakan hari terakhir di tahun ini. Mulai esok kita akan berada di kalender baru tahun 2019. Setiap orang memiliki refleksi tersendiri bagi kehidupan pribadi, karir, hingga untuk bangsanya.

Bagi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Reni Marlinawati, tahun 2018 memiliki catatan tersendiri: mulai dari isu pendidikan, olahraga hingga ekonomi. Politisi PPP setidaknya memiliki 10 catatan untuk tahun 2018 sekaligus proyeksi untuk tahun 2019:

1. Penguatan pendidikan karakter anak didik melalui Perpres 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter harus semakin dikuatkan dalam implementasi di lapangan. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah baik Pemprov dan Pemkab/Pemkot harus membuat peta jalan (road map) atas pelaksanaan Perpres tersebut. Tantangan penguatan karakter terhadap anak didik semakin urgen  di tengah perkembangan era digital yang semakin masif ini. Pelaksanaan Perpres 87/2017 tampak belum maksimal di lapangan. 

2. Rencana pemerintah untuk kembali memasukan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) agar dapat segera direalisasikan pada tahun ajaran baru 2019/2020 tahun 2019 mendatang. Hanya saja, pemerintah harus memodifikasi PMP agar tak menjadi mata pelajaran yang sifatnya komplementer, indoktrinasi dan menjenuhkan bagi anak didik. PMP harus menjadi benteng ideologi bangsa sejak dini bagi anak didik dengan mengemas sesuai dengan usia anak didik yang berkarakter millennial ini. 

3. Persoalan tenaga guru honorer diharapkan dapat tuntas dengan penerbitan PP No 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja sebagai landasan yuridis untuk menyelesaikan persoalan tenaga pendidik yang belum berstatus PNS. Harapannya, tahun 2019 tak ada lagi persoalan yang muncul dari guru honorer. Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan jumlah guru honorer se Indonesia sebanyak 1,5 juta orang yang terdiri dari guru bukan PNS di sekolah negeri 735 ribu, guru bukan PNS di sekolah swasta 790 ribu.

4. Keberadaan dana abadi riset yang mulai dialokasikan pada tahun 2019 sebanyak Rp 1 triliun diharapkan dapat menstimulus peningkatan geliat riset di Indonesia. Riset harus diintegrasikan pada spirit pengembangan SDM dalam negeri dan kebutuhan dalam negeri seperti penguatan ekonomi kreatif. Politik anggaran dana riset ini sebagai langkah nyata penguatan SDM Indonesia sebagaimana komitmen Presiden Jokowi. 

5. Keberhasilan penyelenggaraan Asian Games 2018 lalu dapat dijadikan mile stone bagi dunia olahraga di Indonesia untuk meningkatkan prestasi olahraga secara berkesinambungan mulai dari penyiapan SDM, pembinaan serta peningkatan kesejahteraan para atlit. Tak kalah penting, reformasi di organisasi olahraga di Indonesia harus senantiasa terus dilakukan. Seperti upaya pengungkapan mafia skor sepakbola oleh aparat penegak hukum harus didukung oleh berbagai pihak untuk memastikan organisasi olahraga di Indonesia steril dari praktik koruptif dan kolutif. 

6. Eksistensi organisasi kepemudaan di Indonesia harus melakukan perubahan pengelolaan dan orientasi agar tak tertinggal jaman. Pengelolaan dan orientasi organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan harus memiliki visi disruptif yang bercirikan inovatif dan kolaboratif. Perubahan ini penting agar organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan membumi dan diminati kaum muda sesuai dengan kebutuhan generasi millennial. Saatnya organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan berbenah dengan mengecilkan potensi konflik dan menguatkan semangat kolaborasi mengingat tantangan di era digital ini semakin berat. 

7. Penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 yang dilakukan pada awal Desember kemarin diharapkan menjadi tonggak penting untuk mengimplementasikan semangat Trisaksi Bung Karno yakni berkepribadian dalam kebudayaan serta implementasi dari UU  No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Penguatan budaya Indonesia dapat menjadi benteng kuat dalam menghadapi arus globalisasi serta arus informasi yang lintas batas dan tanpa batas di era digital saat ini. 

8. Kinerja sektor pariwisata selama setahun terakhir ini menunjukkan capaian yang positif. Menurut data BPS Januari-Agustus 2018, jumlah wisatawan ke Indonesia mencapai 10,58 juta, sedangkan di periode yang sama tahun 2017 hanya 9,42 juta wisatawan.  Meski kalau kita bandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia,Singapura dan Thailand, capaian RI masih rendah. Seperti tahun 2014 saja kunjungan wisatawan ke Malaysia sebanyak 27,4 juta, Singapura 15,1 juta dan Thailand sebesar 24,7 juta. Keberadaan "10 New Bali" yang dicanangkan pemerintah seharusnya dapat lebih konkret dirasakan dengan peningkatan wisatawan yang berbanding lurus dengan peningkatan sektor UMKM di sekitar destinasi pariwisata. Tahun 2019 diharapkan terjadi lompatan yang luar biasa di sektor pariwisata di Indonesia. 

9. Tingkat literasi Indonesia sungguh memprihatinkan. Merujuk data Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia berada di peringkat 64 dari 72 negara yang rutin membaca. Sedangkan menurut data The World Most Literate Nation Study, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara. Data ini harus direspons pemerintah dan stakeholder untuk membuat terobosan out of the box untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat Indonesia. Salah satu yang bisa dilakukan misalnya mendorong pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) terhadap buku tidak hanya pada buku ajar saja, tetap jenis buku lainnya. Literasi juga menjadi daya pertahanan bagi bangsa ini atas maraknya berita bohong (hoax). 

10. Performa ekonomi kreatif mengalami perkembangan signifikan dari tahun ke tahun. Seperti tahun 2018 ini diprediksikan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif tembus Rp 1.105 triliun. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan ekonomi kreatif di waktu-waktu mendatang. Ekonomi kreatif menjadi tulang punggung baru bagi perekonomian di Indonesia. Empat tahun pemerintahan Jokowi telah meneguhkan ekraf dan menjadi sinyal positif bagi lahirnya kreator inovatif di Indonesia.

TKN sebut Ma'ruf Amin akan pakai ayat Alquran di debat ketiga
 Jelang debat ketiga, Ma'ruf Amin dapat masukan dari asosiasi profesi
Kubu Prabowo tepis tudingan politisasi munajat 212
Demokrat minta Jokowi buka dokumen dengan bos Freeport
Ma'ruf Amin bakal ikut dampingi Jokowi
PWJ desak polisi tangkap anggota FPI penganiaya wartawan
Bela Enembe, pendukung aksi tari adat di KPK
AJI kecam tindakan brutal FPI terhadap wartawan
TKN: Pidato Jokowi bukan untuk tandingi Prabowo
Bansos PKH upaya Jokowi kembangkan ekonomi digital
Anak sarapan bernutrisi  memiliki nilai akademis empat kali lebih tinggi
Jokowi akan gelar pidato di Konvensi Rakyat
Kubu Jokowi: Munajat 212 bagian dari politisasi agama
Fadli Zon: Jokowi berdebat seperti manajer
Kubu Jokowi: Tim debat Ma'ruf Amin sudah disiapkan
Fetching news ...