Mereka yang hijrah dari Prabowo ke Jokowi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Mereka yang hijrah dari Prabowo ke Jokowi

Pada gala Pilpres kali kedua antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto, sejumlah pendukung di kedua pihak menyeberang satu sama lain. Di antara mereka ada yang sejak lama berkecimpung di dunia politik, sedangkan yang lain masih tergolong baru.

Orang secara negatif menyebut politisi yang pindah haluan sebagai kutu loncat, akan tetapi dengan konotasi positif ada yang menyebut mereka sebagai hijrah (kosakata Bahasa Arab yang bermakna ‘migrasi). Siapa saja mereka?

Di kubu Jokowi, ada lima nama yang sebelumnya adalah pendukung koalisi pengusung Prabowo Subianto:

1. Ruhut Sitompul

Bekas politisi Partai Demokrat ini sudah mendukung Presiden Joko Widodo sejak Pilpres 2014. Padahal, tidak ada instruksi dari partai untuk melakukannya; bahkan, Ketum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu lebih condong ke Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.. Pada Pilpres kali ini, Ruhut tak hanya di tim kampanye nasional, tapi bergabung di tim elit Luhut Binsar Pandjaitan yang bernama Bravo 5, sejak Agustus 2018.

Ruhut didepak dari PD sejak Pilkada DKI gara-gara mendukung Ahok. Namun, dalam beberapa kesempatan, politisi yang pandai bermain peran dalam sinetron ini masih sering mengaku sebagai kader Partai Demokrat.

Selain Ruhut, ada beberapa politisi Demokrat lain yang juga menyeberang ke kubu Jokowi, yaitu: M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Lukas Enembe, Deddy Mizwar, dan Ketua DPD PD Jatim Soekarwo yang juga sempat menyatakan dukungannya untuk Jokowi.

2. Ali Mochtar Ngabalin

Hijrahnya Ali Mochtar Ngabalin menghebohkan jagat politik Indonesia karena dulu dia dikenal keras mengkritik Jokowi. Ali diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Ali bertugas mengkomunikasikan kinerja pemerintah kepada masyarakat.

Pada pemilihan presiden 2014, Ngabalin terdaftar sebagai Direktur Politik Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo-Hatta. Ali pernah menyebut pemerintahan Jokowi-JK berpotensi otoriter.

Ngabalin juga ikut demonstrasi besar Aksi Bela Islam yang menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara. Demonstrasi ini dikenal pula sebagai Aksi 411. Sebelumnya,

Ali Mochtar Ngabalin pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004-2009 dari Partai Bulan Bintang. Namun, pada Oktober 2010, Ali bergabung dengan Partai Golkar.

3. Farhat Abbas

Pengacara satu ini dulu pernah mengagumi sosok Prabowo, bahkan memamerkan foto bareng bekas komandan Kopassus itu. Namun kini, dia berbalik arah mendukung Jokowi setelah menjadi kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Farhat mengaku bukan sebagai juru bicara tim Jokowi, tapi sebagai juru kampanye di media sosial. Farhat sempat membuat heboh menyusul pernyataannya bahwa orang yang tak mendukung calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi di pilpres 2019 bakal masuk neraka.

4. La nyalla

Sejak tak direkomendasikan menjadi calon gubernur Jawa Timur oleh Gerindra, hubungan La Nyalla dengan Prabowo memanas. Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti telah melupakan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

La Nyalla yang dulu mengaku ikut memfitnah Jokowi sebagai antek PKI, kini berbalik arah. Dia kini memuji Jokowi. Mantan Ketua Umum PSSI itu mengaku sudah memiliki pasukan yang siap memenangkan Jokowi di wilayah Jawa Timur. Strateginya dengan door to door menemui masyarakat.

5. Kapitra Ampera

Mantan pengacara Rizieq Shihab dan tokoh PA 212 ini resmi memperkenalkan diri sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Juni 2018.

Dia juga mengakui menjadi calon anggota legislatif untuk DPR RI dari daerah pemilihan Riau II. Kapitra secara realistis mengemukakan alasanya bahwa alasannya bergabung dengan PDIP. Dirinya mengaku perjuangannya di luar selama ini tidak maksimal.

Kapitra menyebut perjuangannya bertujuan menciptakan Indonesia lebih baik ke depannya. Dirinya mengatakan, sudah saatnya menghentikan fitnah dan hoaks.

Prabowo ungkit impor beras, ini pembelaan kubu Jokowi
BPN: Jateng vs Malaysia hanya majas
Begini keseruan debat Jokowi dan Prabowo soal caleg mantan napi korupsi
Ruhut nilai SBY setengah hati dukung Prabowo
Fadli Zon sebut Jokowi terlalu dominan dalam debat
Kubu Jokowi nilai Prabowo gagal paham isu terorisme
Kubu Prabowo nilai dapat serangan pribadi saat debat
Tak dibahas di debat Pilpres, ini kata kubu Prabowo soal kasus Novel
TKN: Jokowi beri pukulan telak ke Prabowo
KPU akan evaluasi pelaksanaan debat pilpres
Legislator minta pemerintah perhatikan disabilitas rungu
PPP: Jokowi menang 3-1 atas Prabowo di debat pertama
Ini komentar AHY soal penampilan Prabowo-Sandi dalam debat
Kubu Prabowo dan Kubu Jokowi saling kritik penampilan Capres-Cawapres dalam debat
Ma'ruf Amin tak banyak bicara dalam debat, ini kata kubu Jokowi
Fetching news ...