9 serangan Jokowi ke Prabowo

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

9 serangan Jokowi ke Prabowo

Sejak debat sesi pertama pada 17 Januari, Presiden Joko Widodo kerap melontarkan pernyataan tajam ke pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Para pengamat mencermati gaya komunikasi Jokowi ini cukup berbeda dari sebelumnya. Jokowi kini mulai agresif memainkan strategi menyerang. Apa saja bentuk serangan Jokowi ke Prabowo?

1. Beban masa lalu

Pada debat sesi pertama, Jokowi menyinggung soal beban masa lalu Prabowo di militer. Meskipun ia tak menyinggung kasus penculikan aktivis, namun pernyataan ini banyak dianggap sebagai sindiran keras Jokowi ke Prabowo.

"Pertama, akan saya mulai dari saya, Pak Prabowo, saya tidak memiliki beban masa lalu sehingga enak dalam bekerja, enak dalam memberi perintah," kata Jokowi dalam debat capres 2019 di Hotel Bidakara, Jaksel, Kamis (17/1/2019).

Jawaban ini disampaikan atas pertanyaan capres Prabowo Subianto. Prabowo bertanya soal bagaimana Jokowi memastikan tidak ada pejabat negara yang memiliki konflik kepentingan terutama terkait impor beras dan gula.

2. Caleg koruptor

Masih dalam debat capres, Jokowi juga melontarkan pertanyaan tajam ke Prabowo soal caleg koruptor dari Partai Gerindra. Jokowi menyebut 6 caleg eks napi korupsi itu diteken Prabowo sebagai Ketum Gerindra.

"Kita tahu korupsi adalah kejahatan luar biasa, bahkan Pak Prabowo katakan sudah stadium 4 meskipun saya ndak setuju, saya ndak setuju," ujar Jokowi.
"Tapi menurut ICW, partai yang Bapak pimpin paling banyak calonkan mantan napi korupsi. Calon itu yang tanda tangan Ketum, berarti Pak Prabowo tanda tangan," sebut Jokowi.

3. Soal prioritaskan perempuan

Jokowi juga mempertanyakan visi misi Prabowo-Sandiaga yang memprioritaskan perempuan dalam debat capres sesi I, namun jajaran pimpinan parpolnya didominasi laki-laki.

"Dalam visi-misi Bapak, menyebutkan bahwa setiap kebijakan akan berperspektif gender dan pemberdayaan perempuan, akan memprioritaskan pemberdayaan perempuan. Tapi saya melihat dalam struktur partai yang Bapak pimpin, seperti ketua umum, ketua dewan pembina, ketua dewan pakar, ketua harian, semuanya laki-laki. Bagaimana Bapak menjawab inkonsistensi ini," tanya Jokowi.

4. Singgung hoaks Ratna Sarumpaet

Jokowi juga menyinggung kabar bohong Ratna Sarumpaet di arena debat pilpres. Hal itu terlontar saat Prabowo menyebut ada ketidakadilan di Indonesia.

Prabowo mencontohkan kepala daerah yang berdeklarasi mendukung paslon nomor urut 01 tidak ditangkap. Namun, kepala daerah yang mendukung paslon 02 ditangkap.

Jokowi meminta Prabowo tidak asal tuduh. Jokowi pun menyindir kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

"Kalau ada bukti sampaikan saja ke aparat, jangan grasa-grusu. Misalnya jurkam Pak Prabowo katanya dianiaya, babak belur ternyata operasi plastik," katanya.

5. Pesimisme

Usai debat, Jokowi terus menyerang Prabowo di sejumlah kesempatan. Saat menghadiri silaturahmi dengan paguyuban pengusaha Jawa Tengah di Semarang Town Square, Semarang, Sabtu (2/2/2019), Jokowi membalas prediksi Prabowo bahwa Indonesia akan bubar jika tidak diurus dengan benar.

Jokowi menilai narasi itu hanya menggiring masyarakat pada pesimisme. Jokowi menegaskan Indonesia adalah negara besar dengan 260 juta penduduk.

Mengelola Indonesia, kata dia, memang tidak mudah. Banyak tantangan yang dihadapi. Untuk itu, sikap optimistis harus terus dimunculkan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

"Masak ada yang bilang Indonesia bubar, punah. Bubar sendiri saja, punah sendiri saja. Tapi jangan ngajak-ngajak kita," kata Jokowi.

6. Tak paham ekonomi makro

Prabowo-Sandiaga kerap mengkritik kebijakan Jokowi yang menggalakkan pembangunan infrastruktur. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dalam beberapa kali kesempatan menyoroti pembangunan tol di era pemerintahan Jokowi yang menggunakan utang.

Jokowi lalu menjelaskan alasannya keukeh tetap melaksanakan pembangunan infrastruktur. Ia juga mempersilakan bila ada yang mengkritik kebijakannya itu.

Dia pun menilai akan sulit menjelaskan kepada orang yang tak paham ekonomi makro, apalagi kepada orang yang memang membenci dirinya, maka penjelasan apa pun tak akan bisa diterima.

"Ya kalau nggak ngerti teori ekonomi makro, sulit saya menjelaskan. Atau kalau memang benci dan nggak senang, dijelaskan kayak apa ya nggak nyambung," ucap Jokowi, Minggu (03/02/2019).

Jokowi juga menyindir Prabowo tak paham ekonomi makro ketika membandingkan Indonesia dengan Haiti. Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia masuk negara dalam kelompok negara dengan perekonomian besar di dunia, G20.

Oleh karena itu, tak tepat apabila Indonesia dibandingkan dengan negara kecil di Amerika Utara itu. "Gimana kalau ekonom atau orang yang ngerti ekonomi makro, ya senyum-senyum membandingkan bukan apple to apple seperti itu," kata dia.

7. Prabowo gunakan agen asing

Jokowi secara terbuka menyatakan persoalan terkait banyaknya hoaks dan fitnah itu karena adanya upaya adu domba ala asing.

Pasangan cawapres Ma'ruf Amin ini lalu menyebut hal tersebut dilakukan oleh tim sukses, meski tak mengungkap gamblang timses yang dimaksud. Jokowi menyebut timses itu menyiapkan propaganda ala Rusia.

"Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak. Membuat rakyat takut, enggak peduli," kata Jokowi saat bertemu dengan sedulur kayu dan mebel di Karanganyar, Minggu siang.

Jokowi juga menyinggung dirinya yang selama ini disebut sebagai antek asing. Namun, pada kenyataannya, kubu Prabowo-Sandi-lah yang menggunakan konsultan asing dalam menghadapi pilpres 2019.

"Konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa? Jangan sampai kita disuguhi kebohongan yang terus-menerus. Rakyat kita sudah pintar, baik yang di kota atau di desa," kata dia.

8. Kurus, tapi bukan penakut

Dalam kampanyenya di Semarang, Jokowi menyatakan komitmennya membela kepentingan bangsa. Meski berpawakan kurus, eks Gubernur DKI Jakarta ini mengaku tidak pernah takut menghadapi apa pun demi Indonesia.

"Orang banyak lihat, saya ini kurus, iya saya ini kurus. Tapi perlu Saudara-saudara ketahui, saya tidak pernah takut apa pun untuk... Saya tidak pernah takut apa pun untuk kepentingan nasional kita, untuk kepentingan bangsa kita, untuk kepentingan rakyat," kata Jokowi.

Eks Wali Kota Solo itu pun mencontohkan komitmennya untuk memberantas penangkapan ikan secara ilegal.

"Waktu saya perintahkan Menteri Susi menenggelamkan kapal illegal fishing. Lalu lalang, kapal-kapal asing 7.000 hingga 13 ribu kapal, lalu lalang mengambil sumber daya alam laut kita, banyak yang menyampaikan kepada saya. Sulit Pak, hati-hati. Yang backup ini-ini. Saya perintahkan kepada Bu Susi, ini perintah, perintah saya. Kalau memang perlu ditenggelamkan, ditenggelamkan. Kalau perlu dibom, dibom," papar Jokowi.

9. Keras tidak masalah

Jokowi pun mengakui baru-baru ini gaya pidatonya mulai berubah menjadi sedikit keras. Namun, menurut dia hal itu bukan sebuah masalah.

"Masa suruh halus terus, ya kadang-kadang kita kan bosan. Bolehlah keras-keras sedikit," kata Jokowi di Semarang, Minggu (04/02/2019).

Jokowi menilai, meski keras, tak ada yang salah dari pernyataannya itu. Semua yang disampaikan adalah fakta. "Yang paling penting bukan menyampaikan semburan hoaks," kata Jokowi.

TKN sebut Ma'ruf Amin akan pakai ayat Alquran di debat ketiga
 Jelang debat ketiga, Ma'ruf Amin dapat masukan dari asosiasi profesi
Kubu Prabowo tepis tudingan politisasi munajat 212
Demokrat minta Jokowi buka dokumen dengan bos Freeport
Ma'ruf Amin bakal ikut dampingi Jokowi
PWJ desak polisi tangkap anggota FPI penganiaya wartawan
Bela Enembe, pendukung aksi tari adat di KPK
AJI kecam tindakan brutal FPI terhadap wartawan
TKN: Pidato Jokowi bukan untuk tandingi Prabowo
Bansos PKH upaya Jokowi kembangkan ekonomi digital
Anak sarapan bernutrisi  memiliki nilai akademis empat kali lebih tinggi
Jokowi akan gelar pidato di Konvensi Rakyat
Kubu Jokowi: Munajat 212 bagian dari politisasi agama
Fadli Zon: Jokowi berdebat seperti manajer
Kubu Jokowi: Tim debat Ma'ruf Amin sudah disiapkan
Fetching news ...