Ideas

Doyan selingkuh? Hati-hati gangguan jiwa

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

Doyan selingkuh? Hati-hati gangguan jiwa

Berbicara mengenai selingkuh, sudah hal lumrah yang terjadi di lingkungan kita. Sebagian orang berpendapat tindakan selingkuh dapat mencederai kedua belah pihak yang memadu kasih. Tapi, selingkuh tak hanya sampai di situ saja, selingkuh dapat menjadi penyakit kejiwaan jika dilakukan berulang kali. Hayo, ada yang pernah mengalaminya?

Dilansir dari berbagai sumber menyebutkan ahli ilmu kejiwaan menilai perselingkuhan bukan lagi dipandang sebagai masalah suami-istri, tapi masalah interpersonal. Artinya, memang ada yang salah pada kejiwaan orang yang doyan selingkuh. 

Bukan berarti para tukang selingkuh itu gila (tidak waras). Namun, para psikiater mengatakan kalau perselingkuhan bisa saja terjadi akibat gangguan kejiwaan.

Dilansir dari Survive Your Partners Affairs, ada banyak hal yang bisa menyebabkan perselingkuhan. Bukan cuma gangguan kejiwaan tertentu, tapi juga banyak gangguan lain, situasi, dan juga kondisi rumah tangga dan lingkungan. Meskipun begitu, gangguan kejiwaan tertentu memang punya hubungan dengan perselingkuhan.

Beberapa gangguan emosi dan kejiwaan seperti orang narsis dan juga borderline personality disorder (BPD) cenderung memiliki masalah dalam berhubungan dengan pasangannya.

Mereka yang cenderung egois dan disfungsional dalam menata hubungan interpersonal mereka membuat risiko perselingkuhan terjadi lebih besar. 
Di situasi ini, mereka memiliki masalah dalam menjalani hubungan sehat yang bercampur dengan sifat agak kolokan. Ini dia yang membuat hubungan lantas timbul ketidaknyaman dan mereka cenderung ingin diperhatikan.

Kurangnya perhatian dari pasangannya, cenderung membuat mereka mencari perhatian ke orang lain. Dan di sinilah, kemungkinan selingkuh bisa terjadi.

Sementara itu, perilaku selingkuh juga akan berdampak pada korban perselingkuhan. penelitian yang dipublikasikan Journal of Social and Personal Relationships ini menemukan bahwa korban selingkuhan itu berhubungan dengan  depresi, kecemasan dan rendahnya harga diri.

Tak hanya korbannya saja, pasangan yang menyelingkuhinya juga cenderung lakukan perilaku berisiko seperti makan berlebih, tidak cukup makan, penyalahgunaan narkoba dan alkohol. 

Dalam beberapa kasus juga menyebutkan dampak dari perselingkuhan bisa membuat nyawa seseorang melayang. 

Selingkuh memang bukan hal yang pantas dilakukan. Jika tak ingin menyakiti diri sendiri dan juga pasangan Anda, maka setia adalah pilihan yang terbaik. Jadi, siap untuk tidak memiliki penyakit kejiwaan?

Fadli Zon ajak anggota parlemen lawan korupsi
BPN: Pindah ke Jateng terobosan brilian
Pimpinan DPR: HAM dan Demokrasi era Jokowi alami kemunduran
Saham Wallstret ditutup menguat sementara saham Eropa melemah
DPR RI kagumi perjuangan Azerbaijan raih kemerdekaan
DPR RI sambut baik kedatangan parlemen Kuwait
BPN pindah ke Jateng, ini kata Hanura
DPW Kalsel dukung Jokowi, PAN: Itu realita politik lokal
Prabowo perlu reuni 212 lagi jelang Pilpres 2019 jika ingin menang
Meluruskan cara pandang tentang pernikahan dan keluarga
Charta Politica: Pemindahan posko pemenangan BPN hanya psywar
Reforma Agraria era Jokowi dinilai di lajur yang benar
Markas BPN pindah, TKD: Apa urgensinya?
PAN akan sanksi DPD membelot ke kubu Jokowi
Cara Khabib Nurmagomedov habiskan 100 ribu dolar pertamanya
Fetching news ...