Ideas

Banyak militan asing gabung ISIS di Filipina

REPORTED BY: Insan Praditya

Banyak militan asing gabung ISIS di Filipina Pemimpin ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi

Pakar terorisme Filipina, Prof. Rommel Banlaoi mengatakan banyak militan dari luar Filipina datang ke Mindanao untuk bergabung dengan ISIS Asia Tenggara dan kelompok Abu Sayyaf yang bersembunyi di selatan Filipina. Mereka yang mendominasi berasal dari Indonesia dan Malaysia. Sisanya datang dari Arab Saudi, Turki, Maroko, Spanyol, Prancis, Tunisia, Irak, Somalia, Mesir, Yaman, Libya, Pakistan, China, dan Bangladesh.

"Mereka datang ke Mindanao untuk bergabung dengan ISIS dan kelompok-kelompok yang berhubungan. Sekitar 60 orang dari mereka berhasil diketahui, sedangkan 30 lainnya tidak terlacak," kata Banlaoi, sebagaimana dilansir The Defense Post, Selasa (06/11/2018).

Banlaoi menyatakan sebagian dari para militan berhasil dicegat di bandara dan dideportasi. Sedangkan, sebagian lain lolos dan pergi ke Mindanao. Demi mengelabui aparat, mereka menyamar menjadi pengusaha, pelajar dan lain-lain.

Menurut Wakil Kepala Staf Intelijen Angkatan Bersenjata Filipina, Mayjen Fernando Trinidad para militan luar Filipina yang datang kebanyakan diberdayakan untuk melatih para calon teroris. Sebab, mereka dianggap berpengalaman di medan perang seperti Afghanistan, Irak, dan Suriah.

Trinidad menyatakan mata-mata mereka berhasil mendeteksi 15 militan asal Indonesia dan Malaysia pada November tahun lalu, kemudian menuju Provinsi Sarangani yang menjadi basis kelompok Maute. Sedangkan 16 warga Indonesia lainnya dikabarkan menjadi pelatih kelompok ISEA dan Abu Sayyaf di Basilan dan Maute di Provinsi Lanao del Sur.

Peneliti terorisme dari Universitas Amerika, Munira Mustaffa menyatakan Mindanao masih memiliki daya tarik bagi para militan asing karena termotivasi untuk melakukan itu. Di samping itu, mereka bangga dan ingin menjadi bagian kelompok bersenjata.

"Pertempuran yang masih terjadi sampai hari ini di Mindanao membuat kesan itu adalah medan perang yang patut diperjuangkan, ketimbang berjuang di perkotaan Indonesia dan Malaysia," kata Mustaffa.

 

Mengingat 3 horor perkosaan di Indonesia
Fahri Hamzah: Pilpres lebih banyak perang gimmick, rakyat lapar bos
Agung Laksono nilai dukungan Soetrisno Bachir dongkrak suara Jokowi
Popularitas Habieb Rizieq turun, Golkar: masyarakat ingin kelembutan
TKN: Ustad Abdul Somad tak berpihak pada Prabowo
Demokrat ke Prabowo-Sandi: Apa yang menjadi janji harus ditepati
Demokrat tuding Sekjen Gerindra beri informasi tak utuh ke publik
Isi pembicaraan Jokowi dengan Putin
Sederet dampak buruk jika Anda miskin
PAN nilai Sandiaga Uno lebih tingkatkan elektabilitas dibanding Prabowo
Kubu Jokowi nilai kampanye negatif tak haram
Kubu Prabowo ingin lakukan taubat nasional
DPR RI kutuk serangan Israel atas warga Palestina
Sete Gibernau kembali balap Gran Prix setelah 10 tahun pensiun
JAPRI ajak masyarakat cerdas hindari hoaks
Fetching news ...