Racun kemesraan dalam pernikahan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Racun kemesraan dalam pernikahan "Inti dari pernikahan adalah kemesraan kita dengan pasangan."

Inti dari pernikahan adalah kemesraan kita dengan pasangan. Kemesraan yang saya maksud adalah kemampuan untuk bertahan dan memelihara sebuah hubungan tanpa mengorbankan identitas yang kita miliki.

Apabila Anda bertahan dalam sebuah hubungan dengan mengorbankan identitas, namanya bukan kemesraan tetapi pemenjaraan dan kebergantungan. Orang yang mengalami hubungan seperti itu akan mengalami isolasi dan keterasingan terhadap dirinya sendiri. Hasilnya adalah dia dimanfaatkan, diabaikan, lelah secara mental, dan kehilangan jati diri. Hubungan pernikahan yang sejuk, kompak, bahagia dan nyaman bakal jauh dari kenyataan.

Kemesraan yang murni membutuhkan dialog, keterbukaan, dan kesalingpengertian. Kemesraan yang bertahan lama adalah hasil dari kesadaran emosional dan lintas personal dengan komitmen untuk setia,  yang tidak serta merta bergantung pada kedekatan atau jauhnya jarak.

Kemesraan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dibina dengan saksama. Setiap orang memiliki kesempatan untuk memiliki hubungan yang mesra. Jadi, apabila belum pandai membangunnya, Anda musti belajar.

Kemesraan juga memiliki racun yang tidak hanya dapat membuat hubungan Anda dengan pasangan menjadi renggang, tapi berantakan sama sekali. Di antara racun kemesraan tersebut antara lain:

1. Kritik

Ketika mengkritik pasangan, Anda sejatinya secara tidak langsung menyatakan ada yang salah dari dirinya. Pasangan akan merasa sedang diserang, dan responsnya adalah serangan balik atau bertahan. Kondisi ini akan berpengaruh buruk pada mood Anda, karena masing-masing dari Anda berdua akan merasa kehadiran yang lain adalah masalah.

Daripada mengkritisi, sampaikan langsung apa yang membuat Anda merasa tidak enak. Anda harus ingat bahwa kritik berbeda dari nasihat. Orang yang mengkritik akan fokus pada ketidaksempurnaan orang yang dikritik. Mahatma Gandhi mengatakan nasihat yang paling tajam adalah yang disampaikan dengan cara yang paling halus. 

2. Defensif

Yang dimaksud defensif di sini adalah Anda terlalu sering mengelak saat pasangan menyampaikan keluhan. Bentuk lain dari defensif adalah beraksi seolah-oleh sebagai korban. Defensif akan membuat Anda atau pasangan menjadi kurang tanggung jawab terhadap masalah.

Bahkan, saat Anda dikritik atau diserang sekali pun, bersikap defensif bukanlah respons yang tepat. Ketimbang selalu mengelak, cobalah untuk mendengar apa yang diutarakan pasangan dan segera melakukan tindakan untuk mengatasi masalah dengan penuh tanggung jawab.

3. Menarik diri

Ketika tanda-tanda bakal terjadi adu argumen sudah mulai tampak, apakah Anda segera mematikan telepon, mengunci pintu atau kabur? Menutup percakapan di tengah jalan sangat beracun, karena hal tersebut membuat Anda lari dari masalah yang ada di hadapan.

Orang yang menarik diri tampak semata-mata tidak peduli (80 persen adalah laki-laki) tetapi akarnya biasanya bukan itu. Cukup sering orang menarik diri hanya berusaha untuk membuat dirinya tenang. Sayangnya, hal ini lebih sering diterima secara berbeda oleh pasangan.

4. Menghina

Penghinaan adalah setiap pernyataan verbal maupun nonverbal yang tujuannya adalah mengunggulkan diri dan merendahkan yang lain. Menghina secara otomatis akan menaikkan sistem pertahanan diri (defense system). Bentuk penghinaan dapat bermacam-macam, seperti ejekan, cibiran, dan humor sarkas.

Dibanding dengan yang lain, penghinaan adalah yang paling destruktif. Penghinaan ini akan merusak cinta dan kekaguman satu sama lain.  

John Gottman dari University of Washington menggunakan metafora "The Four Horsemen of the Apocalypse" untuk empat parasite di atas, yang disebutnya sebagai indikator sepasang suami-istri bakal bercerai.

Sandiaga Uno akui kekayaannya fluktuatif
Jangan khianati nenek moyang yang hadirkan kedamaian di bumi pertiwi
Rupiah masih terseok di atas Rp14.600
Cari istri perawan? di sini tempatnya
Sunan Kalijaga janji tak akan sebar hoaks demi menangkan Jokowi
Ma'ruf Amin bukan sosok intoleran
PKB kritik pilihan cawapres Prabowo tak dengarkan aspirasi umat muslim
Budget traveling yang sehat untuk generasi milenial
Siap menang Pilpres, Koalisi Indonesia Kerja latih para jubir kampanye
Sri tegaskan kondisi rupiah berbeda dari lira
Prabowo-Sandi kantongi nama-nama tim pemenangan
Koalisi bekali jubir materi keberhasilan Jokowi
Prabowo sebut lebih baik terjun daripada disuntik
Koalisi Jokowi kerahkan 225 jubir
Melewatkan sarapan untuk diet adalah salah besar
Fetching news ...