Mayoritas warga Cina lebih tertarik produk impor

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Mayoritas warga Cina lebih tertarik produk impor

Sekitar 86,6 persen masyarakat Cina dengan pendapatan bulanan lebih dari 20.000 RMB (Rp42 juta) lebih memilih membeli atau berencana membeli barang-barang impor tahun depan sebagaimana hasil survei Kementerian Perdagangan setempat atau Mofcom belum lama ini.

Survei tersebut juga menunjukkan ketertarikan warga Cina terhadap barang-barang impor, seperti makanan, pakaian, sepatu, dan kosmetik.

"Meningkatnya kebutuhan barang impor menunjukkan pasokan dalam negeri tidak mencukupi," demikian Mofcom, Kamis (07/06/2018).

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa masyarakat Cina lebih menghargai barang-barang impor atas pertimbangan beberapa faktor, di antaranya keamanan, harga, dan kualitas.

"Beberapa barang impor kualitasnya lebih bagus daripada produk dalam negeri. Hal itu yang menjadi salah satu alasan," kata Li Xiao yang bekerja di perusahaan teknologi di Beijing seperti dikutip People`s Daily.

Li menambahkan bahwa masyarakat Cina terkadang membeli barang imitasi dari beberapa agen. Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah Cina lebih leluasa dalam mengimpor kosmetik berkulitas tinggi dari negara-negara lain.

Data statistik menunjukkan bahwa total penjualan barang ritel di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu pada tahun lalu menembus angka 36,6 triliun RMB (Rp7.686 triliun).

Data itu menunjukkan bahwa Cina sebagai negara pasar terbesar kedua di dunia sehingga membutuhkan penambahan bahan ekspor agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah-atas setempat.

Direktur Lembaga Penelitian Perdagangan Internasional Cina Zhao Ping berpendapat bahwa kebijakan negaranya yang memperbanyak barang impor akan memberikan keuntungan tersendiri bagi beberapa negara dalam meningkatkan nilai perdagangan.

Selain itu kebijakan tersebut juga menyokong transformasi industri dan memperbarui pola konsumsi sesuai dengan industri domestik, demikian lembaga penelitian di bawah Dewan Pemerintah Cina untuk Promosi Perdagangan Internasional itu.

Dalam industri peralatan rumah tangga seperti pesawat televisi berwarna yang pertama diproduksi oleh Cina pada 1970 ternyata masih tertinggal dibandingkan dengan produk impor, baik dari segi kualitas maupun tampilan.

Walau begitu dalam beberapa tahun terakhir, industri perangkat rumah tangga Cina telah menunjukkan peningkatan.

Pemerintah Cina akan memangkas berbagai jenis tarif untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari mulai 1 Juli 2018, seperti pakaian, sepatu, peralatan dapur, peralatan olahraga, dan peralatan kebugaran.

Mengingat 3 horor perkosaan di Indonesia
Fahri Hamzah: Pilpres lebih banyak perang gimmick, rakyat lapar bos
Agung Laksono nilai dukungan Soetrisno Bachir dongkrak suara Jokowi
Popularitas Habieb Rizieq turun, Golkar: masyarakat ingin kelembutan
TKN: Ustad Abdul Somad tak berpihak pada Prabowo
Demokrat ke Prabowo-Sandi: Apa yang menjadi janji harus ditepati
Demokrat tuding Sekjen Gerindra beri informasi tak utuh ke publik
Isi pembicaraan Jokowi dengan Putin
Sederet dampak buruk jika Anda miskin
PAN nilai Sandiaga Uno lebih tingkatkan elektabilitas dibanding Prabowo
Kubu Jokowi nilai kampanye negatif tak haram
Kubu Prabowo ingin lakukan taubat nasional
DPR RI kutuk serangan Israel atas warga Palestina
Sete Gibernau kembali balap Gran Prix setelah 10 tahun pensiun
JAPRI ajak masyarakat cerdas hindari hoaks
Fetching news ...