GE dukung program revolusi industri nasional

REPORTED BY: Joko Santo

GE dukung program revolusi industri nasional CEO GE Handry Satriago dan Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) menjadi pembicara dalam diskusi panel untuk mengumumkan hasil GE Global Innovation Barometer 2018.

General Electric (NYSE: GE) hari ini menyelenggarakan diskusi panel untuk mengumumkan hasil GE Global Innovation Barometer 2018, mengangkat judul “From Chaos to Confidence: Emerging Players,Emerging Technologies, Emerging Challenges,” survei ini mengukur bagaimana para pemimpin bisnis menilai hambatan dan peluang untuk berinovasi dalam lingkungan global yang kompleks, yang relevan untuk mendukung program nasional Indonesia.

Making Indonesia 4.0, yang baru-baru ini diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Diskusi panel ini menampilkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Rosan Roeslani, dan CEO GE Indonesia Handry Satriago di Jakarta.

Innovation Barometer menemukan bahwa banyak pasar berkembang, terutama di Asia, semakin menjadi bagian penting di tingkat global sebagai pemimpin inovasi, dan Indonesia adalah contohnya, pertama, berbicara mengenai inovasi, eksekutif Indonesia berada di depan dalam hal mengidentifikasi nilai yang melindungi bisnis inti mereka sehingga terus menghasilkan keuntungan yang dibutuhkan untuk mendukung riset.

Kedua, para eksekutif di Indonesia lebih mengenal dan percaya terhadap potensi teknologi tertentu - seperti 3D printing - daripada para eksekutif di negara lain. eksekutif di Indonesia juga memahami kebutuhan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan guna bersaing sebagai pusat inovasi di tahun-tahun mendatang. 

Seperti sebagian besar negara-negara lain, Indonesia juga mengambil sikap yang lebih proproteksi, meskipun para pemimpin bisnis sepenuhnya memahami keterbatasan peraturan untuk mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif untuk berinovasi.

Temuan-temuan ini konsisten dengan beberapa program nasional lintas sektoral yang digariskan dalam roadmap "Making Indonesia 4.0" yang digagas oleh Departemen Perindustrian tahun ini, termasuk peningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendorong pengembangan ekosistem inovasi, dan merancang insentif untuk investasi dalam teknologi.

CEO GE Indonesia, Handry Satriago, mengatakan, "Indonesia telah memperbaiki peringkatnya dalam Indeks Daya Saing Global dari 42 menjadi 36 dari 137 negara.

Namun, kita masih berada di belakang Negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, untuk itu agar meningkatkan daya saing Indonesia perlu mendorong produktifitas dan potensi pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan gelombang baru inovasi digital yang mulai berubah industri dan ekonomi secara keseluruhan.

GE menyebut gelombang inovasi baru ini sebagai Future of Work, yang terdiri dari tiga tren yang saling menguntungkan: Industrial Internet, Advanced Manufacturing, dan Global Brain.

Handry menambahkan bahwa fokus pada pendidikan dan pelatihan, serta investasi dalam teknologi baru akan membantu Indonesia meningkat peringkat dalam jajaran negara-negara yang inovatif.

Yang paling penting, kepercayaan pada kemampuan untuk mengembangkan lingkungan yang kondusif untuk inovasi di dalam negeri sedang berkembang, menyediakan pondasi untuk adopsi dan integrasi teknologi baru dalam waktu dekat, yang pada gilirannya akan membantu Indonesia untuk menjadi salah satu dari sepuluh ekonomi terdepan pada tahun 2030.

Global Innovation Barometer mensurvei 2.090 eksekutif bisnis di 20 negara, pada tahun ini merupakan edisi keenam survei sejak 2010, temuan ini menggambarkan dinamika inovasi saat ini di seluruh dunia.

Tentang GE

GE (NYSE: GE) adalah Perusahaan Industrial Digital terkemuka dunia, mengubah industri dengan mesin dan solusi software-defined yang terhubung, responsif dan prediktif. GE dikelola dengan pemahaman pertukaran pengetahuan secara global, "GE Store," di mana setiap unit bisnis berbagi dan memiliki akses terhadap teknologi, pasar, struktur dan intelektual yang sama.

Setiap temuan baru akan menjadi mesin pendorong inovasi dan aplikasi di seluruh sektor industrial, melalui sumber daya manusia, layanan, teknologi dan jaringannya, GE menyajikan hasil lebih baik bagi pelanggan karena sangat paham akan kebutuhan industri pelanggannya.

Tentang GE Global Innovation Barometer

Pada edisi keenam, Global Innovation Barometer ditugaskan oleh GE dan dilakukan oleh Edelman Intelligence antara tanggal 12 Oktober dan 1 Desember 2017, wawancara dilakukan kepada 2.090 pemimpin bisnis secara online di 20 negara. Negara-negara yang termasuk dalam penelitian ini adalah: Brasil, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Nigeria, Polandia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Turki, UEA, Inggris dan Amerika Serikat.

Divonis mati, Aman pikir-pikir
Argentina di ujung tanduk dan permainan buruk Messi
Utang tembus Rp5.028 triliun, BI klaim masih sehat
Putin girang Rusia melaju ke babak knock out
Ahli nilai persepsi masyarakat terhadap rokok elektrik keliru
Risma ingatkan halalbihalal agar tak dijadikan alasan tunda pelayanan
Megawati: Bung Karno ditempatkan dalam sudut gelap sejarah
10 hal dalam RKUHP yang berpotensi lemahkan KPK
Menang di laga kedua, peluang Spanyol dan Portugal masih  bisa digagalkan Iran
Ketika negara hadir bantu korban kebakaran di suasana idul fitri
Kukuhkan dominasi di luar angkasa, Trump perintahkan bentuk pasukan antariksa
Tahun berganti dan masih punya hutang puasa Ramadhan, apa yang harus dilakukan?
Terus bertambah, korban KM Sinar Bangun hampir 200 orang
Dukun bayi Yamini baru terhenti setelah 25 tahun praktik aborsi
Berebut titipan SBY antara Gerindra dan Demokrat
Fetching news ...