91 persen disabilitas rungu belum akses ABD

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

91 persen disabilitas rungu belum akses ABD Ilustrasi

Hingga saat ini masih ada 91 persen penyandang disabilitas rungu yang belum mendapatkan akses Alat Bantu Dengar (ABD). Total penyandang disabilitas rungu sendiri sebanyak 6.952.797 orang sesuai Survei Penduduk Antra Sensus (SUPAS) tahun 2015. Hal ini disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat membagikan 425 buah alat bantu dengar kepada para penyandang disabilitas rungu wicara di Mall Phinisi Point, Makassar, hari ini 17 Oktober 2017.

"Artinya ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk memenuhi alat bantu dengar bagi mereka," ujarnya. 

Khofifah menjelaskan, Kementerian Sosial sudah melakukan berbagai upaya pemenuhan alat bantu dengar bagi penyandang disabilitas rungu wicara baik bersumber dari APBN ataupun kemitraan lainnya baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, kata dia, angka tersebut belum mampu melakukan percepatan untuk menjangkau seluruh penyandang disabilitas rungu di Indonesia. 

"Anggaran dalam APBN sangat terbatas, hanya tersedia untuk penyediaan 12.000 alat bantu dengar, maka dibutuhkan alokasi APBD propinsi maupun APBD Kabupaten/Kota serta berbagai kemitraan dengan elemen non pemerintah," ujar Khofifah.

"Ini yang harus kita maksimalkan agar penyediaan akses ADB kepada mereka dapat diperluas. Kita butuh support dari kalangan non pemerintah dan lembaga-lembaga nirlaba lainnya ," tambah dia. 

Kerjasama dengan pihak donor

Kementerian Sosial, lanjut Khofifah, juga berupaya bekerjasama dengan pihak-pihak donor, diantaranya dengan Starkey Hearing Foundation Amerika dengan Program “So Indonesia May Hear”, dimana dari tahun 2015-2017 sudah ada sekitar 12.500 orang penyandang disabilitas rungu wicara yang sudah menerima ABD gratis dengan garansi seumur hidup.

"ABD ini menjadi harapan baru bagi mereka untuk bisa beraktivitas secara lebih maksimal," imbuhnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasinya kepada Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) atas komitmen yang tinggi untuk tetap memberikan pelayanan kepada para penyandang disabilitas.

Khofifah berharap, pemberian bantuan ADB ini bisa diikuti elemen lainnya, khususnya banyak pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk memenuhi hak para penyandang disabilitas rungu sehingga mereka bisa beraktivitas lebih maksimal. 

Menurut Khofifah, ADB hanya salah satu akses yang harus diupayakan bagi para penyandang disabilitas. Hak lain yang juga harus dijamin oleh negara, kata dia, adalah hak hidup, pekerjaan, pendidikan, politik, hingga akses fasilitas. 

Upaya meminimalisir korban dampak bencana
Kasus Novanto sengaja diramaikan untuk kepentingan Pilpres 2019?
Nikmati ubi jalar dalam bentuk es krim
Pesan Jokowi kepada Setya Novanto
Ribuan Tagana disiagakan hadapi cuaca ekstrem
Fetching news ...