Pernikahan sederhana putri Jokowi

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Pernikahan sederhana putri Jokowi

Sejumlah orang menilai pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution cukup sederhana untuk seorang anak kepala negara. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun mengatakan demikian saat menghadiri acara pernikahan, sekaligus menjadi saksi.

"Acaranya sederhana, tapi yang hadirnya yang banyak," kata Wapres usai menjadi saksi dalam pernikahan Kahiyang-Bobby di Graha Saba Buana, Solo pada Rabu (08/11/2017).

Menurut JK yang mengenakan pakaian adat khas Bugis sewaktu acara ijab kabul, dekorasi pernikahan juga seperti pada umumnya pernikahan warga. "Dekorasi iya biasa saja," ujar Wapres.

Sementara itu, Ketua DPR RI Setya Novanto mengatakan acara tersebut berlangsung sederhana, namun khidmat.

"Tidak terlalu mewah, tapi lebih berkharisma yang sangat baik. Jadi walaupun pernikahan ini putri satu-satunya, tapi sangat sakral dan sederhana dan mempunyai arti yang sangat dalam," ucap Setnov.

Setnov juga menyampaikan ucapan selamat atas pernikahan Kahiyang dan Bobby. Dia menyampaikan turut bahagia dan mendoakan kelanggengan bagi rumah tangga Kahiyang-Bobby.

Dalam acara akad itu, Wapres JK bertindak sebagai saksi pernikahan bersama Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memimpin doa untuk kedua mempelai. Haedar Nashir mendoakan kedua mempelai memiliki ikatan yang kokoh sehingga dapat mewujudkan rumah tangga yang sakinah, serta melahirkan keturunan yang mampu menjadi generasi penerus untuk mewujudkan Indonesia berkemajuan.

Doa dari tamu undangan

Berbagai kalangan datang ke acara pernikahan Kahiyang-Bobby, mulai dari pejabat tinggi dan daerah hingga selebriti. Kepada pasangan pengantin baru itu, para menteri menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan pribadi.

"Kepada Kahiyang dan Mas Bobby selamat menjalani hidup baru, mudah-mudahan Allah selalu memberkati pasangan baru ini dan dapat membina kehidupan baru yang penuh berkah. Nderek mangayu bagyo," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selain menyampaikan ucapan selamat juga berpesan supaya memastikan ada ikan dalam menu keluarga.

"Karena saya Menteri Perikanan, dalam menu keluarga harus ada ikan supaya nanti anaknya cerdas dan pintar-pintar," ujar Susi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil juga mengucapkan selamat kepada Kahiyang-Bobby dan keluarga.

"Tentu selamat kepada keluarga yang menyelenggarakan pernikahan ini dan kharismanya bagus sekali walaupun tamu begitu banyak tetapi pengaturan bagus sekali," katanya.

Sementara itu, penyanyi senior Katon Bagaskara berpesan supaya kedua mempelai saling menghargai dan mengisi dalam kehidupan.

"Saya sendiri sangat jarang datang ke resepsi pernikahan karena sering merasa trenyuh, soalnya saya kan sendiri," selorohnya.

Meski demikian, demi Presiden Joko Widodo ia memutuskan untuk tetap hadir dari Jakarta langsung menuju Solo.

"Bahkan kalau nanti memungkinkan saya ingin mempersembahkan lagu berjudul Cinta Putih spesial untuk Mas Bobby dan Mbak Ayang," katanya.

Artis lain yang juga terlihat datang ke gedung resepsi pada siang hari, yaitu Roy Marten. "Saya harus datang karena saya adalah pendukung pertama Pak Jokowi. Kehadiran ini adalah bentuk dukungan saya," katanya.

Keluarga besar Jokowi dalam acara pernikahan menyajikan kuliner tradisional bagi tamu undangan yang hadir antara lain serabi solo, martabak telur dan martabak manis, sate kere, timlo, cabuk rambak, serta minuman sari buah.

Selain itu, lagu-lagu yang dilantunkan untuk menghibur tamu merupakan lagu tradisional berbahasa Jawa yang dilantunkan dengan jazz, semakin mengentalkan adat Jawa dalam prosesi tersebut.

Presiden juga meminta maaf kepada masyarakat Solo dan sekitarnya jika terjadi kemacetan arus lalulintas karena prosesi pernikahan putrinya.

Respons warga

Masyarakat kawasan Gunung Andong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ikut merayakan pernikahan putri presiden dengan menggelar tradisi saparan "Tumpeng Jongko".

Tradisi masyarakat setempat di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, itu ditandai dengan kirab jalan kaki dari jalan di ujung dusun dengan membawa tandu berisi tumpeng nasi dihiasi berbagai sayuran menuju rumah kepala dusun setempat, Trihandoko.

Ratusan warga mengikuti kirab itu dengan masing-masing membawa ingkung dan nasi tumpeng bersama sayuran dan lauk pauk.

Mereka kemudian meletakkan berbagai bekal dalam tradisi saparan itu di panggung yang juga tempat pementasan wayang kulit, dalam rangkaian agenda dusun setempat tersebut. 

Tradisi saparan "Tumpeng Jongko" diselenggarakan setiap tahun bertepatan dengan Hari Rabu Pahing setiap Bulan Sapar dalam kalender Jawa.

"Saparan Tumpeng Jongko kali ini bertepatan waktunya dengan pernikahan putri Bapak Presiden Jokowi kita. Sekaligus kita mendoakan mempelai berdua supaya bisa membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah," kata seorang tokoh warga yang juga pimpinan seniman petani Padepokan Andongjinawi Dusun Mantran Wetan, Supadi Haryanto, saat berbicara di hadapan warga setempat .

Ia menyebut keikutsertaaan warga setempat dalam kebahagiaan keluarga Presiden Jokowi karena sedang menggelar hajatan mantu tersebut di Kota Solo, Jateng.

"Kita mangayubagyo (ikut bergembira dan mendoakan, red.). Semoga acara pernikahan berjalan dengan lancar dan membuat kegembiraan semua orang," ujarnya dengan menggunakan bahasa Jawa.

Doa secara Islami dalam tradisi warga Mantran Wetan itu dipimpin oleh kaum dusun, Mohammad Thohir, selama beberapa saat berlatar belakang Gunung Andong yang langit di atasnya terlihat cerah.

Dengan pelaksanaan tradisi tersebut, masyarakat mengharapkan kehidupannya makin makmur dan sejahtera, serta jauh dari berbagai marabahaya.

Upaya meminimalisir korban dampak bencana
Kasus Novanto sengaja diramaikan untuk kepentingan Pilpres 2019?
Nikmati ubi jalar dalam bentuk es krim
Pesan Jokowi kepada Setya Novanto
Ribuan Tagana disiagakan hadapi cuaca ekstrem
Fetching news ...