Meringankan beban keluarga korban Longsor OKU

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Meringankan beban keluarga korban Longsor OKU Mensos Khofifah serahkan bantuan untuk keluarga korban longsor OKU

Santunan kematian diserahkan secara langsung kepada ahli waris korban meninggal akibat tanah longsor di Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan, Senin petang (13/11) oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. 

"Saya hadir mewakili pemerintah untuk menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban longsor di wilayah ini," katanya. 

Mensos menyampaikan santunan diserahkan kepada ahli waris keluarga korban meninggal di pendopo Kecamatan Sungai Are didampingi Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo dan Direktur Bencana Alam Kementerian Sosial, Margo Wiyono.

Suasana haru kental terasa saat Mensos menyerahkan santunan. Para ahli waris tampak tak kuasa menahan air mata. Khofifah kemudian mencoba menenangkan dan memberi penguatan. Ia lantas menyalami dan merangkul keluarga korban satu per satu. 

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan menghadapi cobaan dari Allah. Mari bersama-sama kita doakan saudara-saudara kita yang meninggal. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah dan seegala kekhilafannya diampuni Allah," ujar Mensos yang kemudian memimpin doa bersama.

Total santunan yang diberikan adalah Rp 105.000.000. Dengan rincian enam korban meninggal masing-masing mendapat Rp15 juta, 2 orang luka berat masing-masing Rp5 juta, dan untuk korban luka ringan masing-masing mendapat Rp2.500.000.

Hujan lebat mengguyur ketika proses penyerahan santunan selesai. Di tengah kondisi jalan desa yang penuh lumpur, Mensos menembus hujan menggunakan mantel menuju ke puskesmas setempat. Tujuannya untuk menjenguk korban luka berat dan luka ringan, keduanya adalah kakak beradik dari keluarga yang meninggal.

Sambutan warga
Sementara itu suasana Kecamatan Are terlihat ramai karena warga tumpah ruah ke jalanan. Ratusan anak-anak berseragam sekolah SD hingga SMA dan masyarakat  tampak berdesakan melambaikan tangan dan bersalaman dengan Mensos. Warga berbaur memadati sisi kanan dan kiri jalan.

Hal yang sama juga terjadi di sepanjang perjalanan menuju lokasi. Di beberapa titik Khofifah tiba-tiba turun dari mobil menghampiri anak-anak sekolah dan masyarakat yang memadati pinggir jalan sambil berteriak memanggil namanya.

Saat Mensos keluar dari mobil, mereka  berebut berfoto dan mencium tangan. Demikian pula ibu-ibu dan bapak-bapak, semuanya tampak bersemangat mendekat ingin bersapa dengan Mensos. 

Perjalanan panjang dari Bandara Raden Inten II, Lampung menuju OKU Selatan yang memerlukan waktu 8 jam dan menempuh jarak kurang lebih 500 km tak membuat Khofifah lelah dan sabar melayani pelajar dan warga yang mengajak berswafoto. 

Seorang warga Desa Hujan Emas Kecamatan Sungai Are, Emilia (40) mengaku sangat antusias mendengar Mensos akan datang. Ia pun bersepeda motor bersama dua anaknya menuju kantor kecamatan. 

"Saya hanya mau bersalam dengan beliau. Kalau biasanya kan hanya melihat lewat televisi, sekarang bisa bertemu langsung itu kesempatan yang sangat langka," ujar perempuan petani kopi ini. 

Khofifah pun merasa takjub dengan kebersahajaan warga. Ia melihat ada persaudaraan yang sangat kental, kebersamaan yang kuat dan persatuan serta kegotong-royongan warganya.

"Terharu rasanya melihat sambutan yang begitu hangat. Inilah wajah Indonesia sesungguhnya. Mudah-mudahan persatuan dan kegotong-royongan ini bisa membangun kehidupan warga OKU Selatan makin sejahtera dan bahagia," pungkas Mensos. 

Upaya meminimalisir korban dampak bencana
Kasus Novanto sengaja diramaikan untuk kepentingan Pilpres 2019?
Nikmati ubi jalar dalam bentuk es krim
Pesan Jokowi kepada Setya Novanto
Ribuan Tagana disiagakan hadapi cuaca ekstrem
Fetching news ...