Upaya Kemensos tangani bencana tsunami

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Upaya Kemensos tangani bencana tsunami Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang dalam suatu kunjungan kerja.

Berbagai upaya dilakukan Kementerian Sosial ( Kemensos) dalam membantu para korban terdampak tsunami yang melanda wilayah Banten dan Lampung pada Minggu (23/12/2018). 

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kemensos memiliki program penanganan korban tsunami yang diberi nama Program Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam.

Program ini memiliki tiga tahap, yakni: pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana. Untuk tahap pra-bencana beberapa logistik, dan sarana pun telah disediakan.

Kemudian ketika tahap saat bencana, pihak Kemensos melakukan penanggulangan bencana dengan sistem Klaster Nasional yang dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Fokus penanganan adalah evakuasi pengungsi ke tempat aman, serta kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang difabel, dan kelompok khusus lainnya," ujar Mensos Agus via rilis yang diterima, Senin (31/12).

Adapun upaya Kemensos ketika pasca-bencana adalah melakukan pengerahan personil Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kampung Siaga Bencana (KSB), Kendaraan Siaga Bencana, barang persediaan, alat evakuasi, dan alat sistem komunikasi.

"Barang persediaan terdiri dari makanan, sandang, kebutuhan keluarga dan anak, kebutuhan khusus untuk penyandang difabel. Ini adalah kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak bencana," terang Agus. 

Untuk mempercepat penanganan korban bencana alam, Kemensos bekerja sama dengan empat lembaga PBB, 12 NGO Internasional, dan lebih dari 100 NGO.

Tsunami selat sunda 

Pemerintah Kabupaten Lampung telah menetapkan status tanggap darurat terhitung mulai 22 Desember 2018 - 31 Maret 2019. Sedangkan Pemerintah Provinsi Banten juga menetapkan status tanggap darurat per tanggal 23 Desember 2018 - 5 Januari 2019.

Untuk itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat juga mengungkapkan adanya tiga langkah yang dilakukan dalam upaya penanggulangan bencana.

"Tim Penanganan Terpadu bertugas melakukan proses pendampingan dan verifikasi data korban, pengerahan personel Tagana dan relawan dari kabupaten dan provinsi lain," kata Harry.

Sementara, untuk pemenuhan kebutuhan para pengungsi, pemerintah juga mendistribusikan Tenda Serba Guna Keluarga & Tenda Gulung sebanyak 332 unit, Velbed, selimut dan kasur busa sebanyak 1.600 unit. Ada juga penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikeluarkan dari Gudang Bulog.

Pemenuhan kebutuhan makanan

Seiring dengan diterbitkannya SK Tanggap Darurat oleh pemda setempat, maka Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dapat dikeluarkan dari Gudang Bulog setempat.

Kabupaten Pandeglang telah mengeluarkan 100 ton CBP yang dipergunakan untuk memasak di dapur umum lapangan, dapur umum mandiri, dan jumlah korban bencana sesuai nama dan alamat dengan indeks 400 gram per orang per hari dikalikan dengan jumlah hari masa tanggap darurat.

Untuk mendukung dapur umum baik yang dikelola oleh TAGANA dan dinsos maupun dapur mandiri oleh warga, telah disalurkan makanan siap saji dan lauk pauk sebanyak 6.200 paket, mie instan 54.400 bungkus.

Pemberian Peralatan Dapur Keluarga sebanyak 500 paket dan bahan mentah berupa lauk pauk didistribusikan TAGANA untuk dapur umum mandiri masyarakat.

Mensos menyebutkan total bantuan Kementerian Sosial hingga 31 Desember 2018 adalah Rp2.845.720.150. Bantuan tersebut terdiri dari Bantuan Logistik untuk Banten Rp1.421.718.650, Bantuan Logistik untuk Lampung Rp1.185.444.700, Santunan Ahli waris untuk 9 orang total Rp135.000.000, Bantuan Peralatan Dapur Keluarga sebesar Rp33.556.800 dan Bantuan Natura Dapur Umum Rp70.000.000. 

"Kemensos juga memberikan bantuan peralatan dapur keluarga yang digunakan untuk dapur umum mandiri," ucap Dirjen.

Titik layanan dapur umum di Banten tersebar di 23 titik, di antaranya: Lapangan Futsal Margono, Labuhan, Pandeglang, Tembong Carita, Pandeglang, Kantor Gubernur Provinsi Lampung, dst.

Sementara itu sejumlah mitra kerja Kementerian Sosial juga menyerahkan bantuan CSR berupa selimut, popok bayi, makanan, pakaian, sembako, obat-obatan, telur ayam, obat-obatan, air mineral, gas elpiji, perlengkapan keluarga, hingga alat berat dan alat evakuasi. 

Bantuan-bantuan tersebut berasal dari Forum CSR Kesos Nasional, PT Japfa Comfed, Bank Jabar, PT Candra Asri, PT Astra International, PT Pertamina dan PT Nurani Astra Group. 

Rehabilitasi sosial

Seperti diketahui, bencana mengakibatkan beberapa orang mengalami trauma baik kondisi fisik maupun psikis. Kemensos menerjunkan 19 Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) di Banten dan Lampung.

Adapun tugas Sakti Peksos adalah memastikan reunifikasi, atau mempertemukan anak yang terpisah karena tsunami agar berkumpul kembali dengan keluarganya.

Perlu diketahui, Sakti Peksos telah mereunifikasi sebanyak 10 anak dan merujuk 18 anak yang dirawat di rumah sakit di Labuan per tanggal 27 Desember 2018.

"Upaya percepatan dalam penanganan bencana terus dilakukan sebagaimana arahan Presiden Jokowi agar warga terdampak bencana terpenuhi kebutuhan dasarnya dan terlindungi oleh negara," pungkas Agus.

Kendalikan hama dan penyakit secara alami dengan Tumpang Sari
Kendalikan hama dan penyakit secara alami dengan Tumpang Sari
TKN sebut Ma'ruf Amin akan pakai ayat Alquran di debat ketiga
 Jelang debat ketiga, Ma'ruf Amin dapat masukan dari asosiasi profesi
Kubu Prabowo tepis tudingan politisasi munajat 212
Demokrat minta Jokowi buka dokumen dengan bos Freeport
Ma'ruf Amin bakal ikut dampingi Jokowi
PWJ desak polisi tangkap anggota FPI penganiaya wartawan
Bela Enembe, pendukung aksi tari adat di KPK
AJI kecam tindakan brutal FPI terhadap wartawan
TKN: Pidato Jokowi bukan untuk tandingi Prabowo
Bansos PKH upaya Jokowi kembangkan ekonomi digital
Anak sarapan bernutrisi  memiliki nilai akademis empat kali lebih tinggi
Jokowi akan gelar pidato di Konvensi Rakyat
Kubu Jokowi: Munajat 212 bagian dari politisasi agama
Fetching news ...