Refleksi Hari Keadilan Sosial Sedunia bagi perempuan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Refleksi Hari Keadilan Sosial Sedunia bagi perempuan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 20 Februari sebagai Hari Keadilan Sosial Sedunia (World Day of Social Justice). Penetapan ini didasarkan pada resolusi PBB yang diadakan pada bulan November 2007 yang menyerukan bahwa seluruh negara di dunia wajib menjalankan sistem perekonomiannya secara adil dan merata.

Misalnya pemikiran Bentham yang menekankan bahwa kebahagiaan itu menyangkut seluruh umat manusia. Bentham sampai pada the greatest happiness of the greatest number. Konsep keadilan tidak jauh dari keterkaitannya dengan kebahagian dan kesejahteraan. Oleh sebab itu, monopoli kekayaan mendapat kritik tajam dari para feminis.

“Feminis mengkritik konsep the greatest number. Siapa yang mendapat keadilan? Apakah pengalaman perempuan terwakili oleh suara mayoritas? Termasuk pandangan yang lebih radikal yang memandang kelestarian lingkungan sebagai bagian dari konsep keadilan sosial,” kata Feminis Andi Misbahul Pratiwi di Jakarta, Senin (19/02/2019).

Menurut redaktur Jurnal Perempuan itu, Pasal kelima dalam Pancasila berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah contoh pemikiran progresif tentang keadilan sosial.

“Karena meyakini bahwa keadilan adalah untuk seluruh rakyat bukan sebagian rakyat atau mayoritas rakyat. Cita-cita tersebut menjadi refleksi, apakah hak-hak perempuan untuk mengakses keadilan baik sosial, hukum dan politik telah terakomodasi dalam praktik bernegara yang berlandaskan pancasila?

“Misalnya, apakah korban kekerasan seksual dapat mengakses keadilan dalam sistem hukum di Indonesia? Apakah kerja-kerja perempuan di ranah domestik telah masuk dalam kalkulasi ekonomi dan dihitung sebagai kerja ekonomi sebagaimana kerja-kerja di ruang publik?

“Apakah sistem politik di Indonesia telah membuka akses keterwakilan perempuan yang memungkinkan lahirnya kebijakan yang pro-gender?” terangnya.

Andi menyatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan di atas adalah upaya refleksi di hari keadilan sosial karena keadilan adalah praktik bukan hanya slogan.

Hari Keadilan Sosial Sedunia

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 20 Februari sebagai Hari Keadilan Sosial Sedunia (World Day of Social Justice) sejak 2007. Penetapan ini didasarkan pada resolusi PBB yang diadakan pada bulan November 2007 yang menyerukan bahwa seluruh Negara di dunia wajib menjalankan sistem perekonomiannya secara adil dan merata. Bagi PBB, majunya keadilan sosial menjadi bagian dari misi global untuk mempromosikan martabat dan pembangunan manusia.

Keadilan sosial dimaknai sebagai suatu keadaan bahwa seseorang seharusnya mendapatkan hak dan kesempatan yang sama sebagai warga negara tanpa memandang perbedaan ekonomi, sosial, ras, etnis, agama, usia, gender, disabilitas dan orientasi seksual.

Kelangkaan gas Elpiji karena praktek pengoplosan
Fadli Zon nilai menteri ikut kampanye munculkan konflik kepentingan
IHSG anjlok mengikuti pelemahan saham global
Fadli Zon: Jokowi halusinasi
Kemunculan bendera Golkar di kampanye Prabowo adalah masalah pidana
Rizal Ramli sebut Prabowo-Sandi mampu tingkatkan daya beli masyarakat
TKN klaim hubungan luar negeri sebagai keunggulan pemerintahan Jokowi
Jangan lakukan ini sebelum bercinta dengan pasangan
Fahri Hamzah curiga tarif MRT akan mahal
Jerman nilai Rusia dibutuhkan dalam penyelesaian konflik Suriah
Fahri: Curhatan Jokowi persempit dukungan masyarakat
Mahathir Mohamad: Israel seperti perampok
IHSG akan terkoreksi wajar hari ini
Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
Fetching news ...