Akar pernikahan dini

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Akar pernikahan dini

Utusan permanen Malaysia untuk ASEAN, Datuk Shariffah Norhana Syed Mustaffa, mengatakan faktor utama pendorong pernikahan dini adalah ketidaksetaraan dan diskriminasi gender.

"Pendorong dan penyebab utama pernikahan anak, pernikahan dini, dan pernikahan paksa sangat bervariasi di seluruh wilayah dan bahkan di dalam negara. Namun di setiap konteks, pernikahan anak berakar pada ketidaksetaraan dan diskriminasi gender," ujar Shariffah dalam diskusi tentang pernikahan anak, pernikahan dini, dan pernikahan paksa di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Rabu (06/03/2019).

Berbicara dalam forum yang diselenggarakan ASEAN untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, Shariffah menyampaikan bahwa kasus pernikahan anak, pernikahan dini, dan pernikahan paksa atau child, early and forced marriage (CEFM) juga dipengaruhi norma, tradisi sosial dan budaya dengan keyakinan masyarakat yang mengakar kuat.

"Tradisi budaya, termasuk nilai-nilai lokal juga menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya pernikahan di bawah umur," kata dia.

Selain itu, Shariffah menyebut faktor ekonomi dan keadaan sistemik, seperti kurangnya kesempatan bagi kaum perempuan untuk mendapatkan kemandirian finansial, turut mendorong keluarga untuk memaksa anak-anak mereka menikah di bawah umur atau dini.

Berdasarkan data Dana Kependudukan PBB (UNFPA) dan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), anak perempuan dari keluarga miskin di Asia Tenggara berpeluang besar untuk menikah sebelum usia 18 tahun daripada mereka yang berasal dari keluarga kaya.

Oleh karena itu, Komite Hak Anak dan Komite Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan di bawah UNICEF menegaskan kembali 18 tahun sebagai usia minimum bagi perempuan untuk menikah. UNICEF juga menyebut CEFM sebagai pelanggaran hak-hak anak.

Krakatau Steel siap kooperatif dengan KPK
Pemburuan liar semakin marak, Walhi desak pemerintah segera selamatkan Orang Utan
GARBI: Jangan golput, pilih saja figur yang berpengalaman
Jokowi-Ma'ruf kampanye terbuka perdana di Banten
Ini isi tuntutan aktivis lingkungan untuk elit politik
Kubu Prabowo beri pembelaan atas pemecatan guru honorer pose dua jari
Es mencair, puluhan jenazah pendaki di Puncak Everest muncul
Dicoret di dua kabupaten, ini respons Partai Berkarya
BPN yakin sosok Sandiaga Uno mampu lampaui elektabilitas petahana
Impor bawang putih dinilai bakal turunkan elektabilitas Jokowi
Dilaporkan ke Bawaslu, Ma'ruf Amin: Itu tidak tepat
Prabowo-Sandi akan kumpulkan ketum partai dan tokoh agama
Tak serahkan dana kampanye, 11 Parpol digugurkan di tingkat daerah
DPR soroti hak politik narapidana dan warga binaan
Fadli Zon: Wiranto super ngawur
Fetching news ...