News Sport

Putin girang Rusia melaju ke babak knock out

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Putin girang Rusia melaju ke babak knock out

Dengan tim tuan rumah memastikan melaju ke babak sistem gugur untuk pertama kalinya sejak keruntuhan Uni Soviet, Piala Dunia Rusia akan lebih baik daripada yang diperkirakan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Semakin terisolasi di panggung global, Piala Dunia sejauh ini telah membantu Putin mengirim pesan kepada lawan-lawannya bahwa Rusia berhasil meski ada upaya Barat untuk menahannya.

Seruan boikot dari beberapa politisi Barat dianggap gagal, karena semua komitmen organisasi dan infrastruktur yang disyaratkan telah dipenuhi oleh Moskow, dan saat ini 11 kota tuan rumah Rusia telah dibanjiri fans internasional dengan minum, bernyanyi dan menari di jalanan.

Bagi Putin, keberhasilan Rusia di atas lapangan ibarat lapisan gula pada kue.

Setelah menghancurkan Arab Saudi 5-0 dalam pertandingan pembukaan dan mengamankan kemenangan mengejutkan 3-1 atas Mesir di St Petersburg pada Selasa (19/06/2018), Rusia dijamin mendapat tiket melaju ke babak 16 besar.

"Saya pikir keberhasilan ini sangat penting, dan terlebih lagi karena tidak ada yang benar-benar mengharapkannya," kata Maxim Trudolyubov, mitra senior di Kennan Institute dan editor dari harian terbesar Rusia Vedomosti, seperti diberitakan Reuters.

"Putin adalah tipe politisi yang menginginkan kemenangan," katanya. "Bagi Putin, (politik) adalah pertarungan, permainan, pertaruhan, kemenangan ... dan tentang menunjukkan kepada semua orang bahwa Rusia berarti sesuatu di dunia."

Rusia memasuki Piala Dunia dengan peringkat FIFA sebagai tim terlemah turnamen dan tanpa kemenangan di lapangan dalam lebih dari tujuh bulan.

Sebelumnya, banyak suara yanng meragukan tim nasional Rusia dan mempertanyakan keuntungan finansial menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Akan tetapi, Piala Dunia justru viral secara online, dan mengumpulkan puluhan juta di YouTube.

Bahkan, Putin sempat ragu dengan performa timnas di lapangan dan berseloroh, "Para pemenang akan menjadi penyelenggara," ketika ditanya di sebuah forum ekonomi bulan lalu tentang siapa yang akan memenangkan Piala Dunia.

Kemenangan manis

Pemimpin Rusia, yang menggemari olahraga bela diri, terlihat tertawa dan bercanda dengan ketua FIFA Gianni Infantino dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman saat Rusia meraih kemenangan besar dalam pertandingan pembukaan turnamen.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Putin tidak bisa menyaksikan pertandingan Rusia menghadapi Mesir karena masih berada di pesawat sepulang dari perjalanan ke Belarus, tetapi ia diberitahu tentang hasilnya stafnya segera setelah ia mendarat.

"Dia bereaksi sama seperti seluruh rakyat negara kami, sangat positif," kata Peskov dalam konferensi dengan para wartawan. "Ini adalah kemenangan yang sangat manis untuk semua orang, sangat membahagiakan, dan Presiden juga merasa senang."

Namun, keberhasilan Rusia di Piala dunia dinilai oleh sejumlah pengamat tidak akan memberikan dampak politik kepada Putin.

Andrei Kolesnikov, seorang rekan senior di lembaga kajian Carnegie Moscow Center, mengatakan Piala Dunia tidak mungkin untuk menghasilkan sejenis demam nasionalis Putin yang sebelumnya dia gunakan untuk meningkatkan popularitasnya, seperti setelah aneksasi Rusia atas Crimea dari Ukraina pada 2014.

"Tidak ada yang mengharapkan sesuatu dari tim sepak bola nasional kami," katanya. "Jadi tidak ada alasan untuk histeria patriotik."

Sementara itu, Ned Pendleton, seorang fans Inggris berusia 32 tahun dari London, mengatakan bahwa turnamen yang diselenggarakan dengan baik dan ramah tidak akan membantu merehabilitasi bayangan Moskow di Inggris. Kremlin dituduh meracuni mantan mata-mata Rusia yang tinggal di Inggris dalam serangan gas saraf pada tahun in, tapi Moskow menyangkal terlibat.

"Itu tidak ada hubungannya dengan hubungan internasional, seperti menyerang Crimea dan meracuni orang di Inggris," katanya ketika mengunjungi Lapangan Merah Moskow pada Rabu (20/06/2018).

Nasdem klaim TGB bergabung
PKB siap sumbang kubu Jokowi 25 juta suara
Ini kritik PDIP terhadap Kubu Jokowi
PKB akui Ma'ruf Amin benteng Jokowi dari tuduhan anti-Islam
Suku Yei Papua sambut “kado Natal” dari prajurit TNI
Penyair Singapura baca puisi di Ruang Baca Rimba Bulan
PDIP dituding rusak atribut Demokrat, Hanura: Jangan tuduh tanpa bukti
PAN sebut yang dukung Jokowi di Sumsel bukan kadernya
Sandi sebut Jateng ingin ganti presiden, Djarot: Upaya menghibur diri
TKN: Iklan kerja kerja kerja Gerindra garing dan tak inovatif
Manajer Repsol Honda: Rossi tak bisa terima masa kejayaannya habis
Rossi bingung mengapa dirinya masih populer
PKH efektif atasi kemiskinan
Rayakan HUT, BRI beri beasiswa puluhan milyar untuk ribuan orang
IHSG diprediksi menguat tunggu putusan The Fed
Fetching news ...