Afrika

Bencana kekeringan paksa perempuan Kenya melacur dengan upah Rp 6000

10.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:32
07 JUL 2017
Reporter
Andika Pratama
Sumber
Theguardian

Rimanews - Bencana kekeringan yang melanda Kenya membuat masyarakat semakin kesulitan dalam beraktivitas. Mereka merelakan anak perempuannya untuk pergi ke kota guna melacur demi mendapatkan uang.

Sejumlah keluarga di daerah Turkana, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak kekeringan dengan sengaja menyuruh anak perempuan mereka untuk hijrah ke kota untuk mendapatkan uang. Banyak dari mereka yang mengobral keperawanan dengan mahar 50 shilling Kenya (setara Rp 6.000) sekali bercinta. Hal itu merunut laporan International Rescue Committee (IRC).

Seorang wanita bernama Mary menjelaskan alasannya melacur. Perempuan berusia 24 tahun itu mengatakan jika pekerjaan ini menjadi satu-satunya jalan keluar untuk mendapatkan uang demi membei makan keluarganya.

"Anak-anak selalu merengek minta makan. Ini memangh bukan sesuatu yang baik, tapi kebutuhan memaksa saya untuk melakukan hal ini, karena saya tidak punya pilihan lain," ujarnya.

Pada awal Juni, IRC mengunjungi distrik di kota Lodwar dan menemukan 320 anak perempuan berusia 12-17 tahun menjadi pekerja seks. Menurut koordinator pemberdayaan perempuan untuk IRC Kenya, Mercy Lwambe, mayoritas dari mereka berasal dari pedesaan miskin.

"Kata mereka keluarganya sudah tidak mempunyai hewan ternak dan uang. Jadi mereka sengaja dikirim ke kota atau dinikahkan," kata Lwambe

Kekeringan di Kenya telah membuat 2,6 juta orang kekurangan bahan makanan dan harga pangan melonjak lima kali lipat. Akibat krisis ini banyak warga yang tertular penyakit dan kekurangan gizi. Sumber air yang dikuasai kelompok tertentu dan menjadi rebutan.

Banyak pria Kenya membawa ternak mereka ke negara tetangga, Uganda, dan meninggalkan para wanita dan anak perempuan di rumah buat menjaga saudaranya. Keputusan itu menjadi masalah karena banyak kasus pemerkosaan dan kejahatan yang menimpa keluarga mereka karena tidak ada yang membela.

Banyaknya perempuan yang menjadi pelacur sangat rentan mendapatkan perlakuan kasar, kekerasan, penyakit kelamin, hingga tidak dibayar oleh pelanggan usai bersenggama. 

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
Afrika