Amerika

Kerry sebut Netanyahu halang-halangi perdamaian Timteng

2.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:33
29 DES 2016
John Kerry (kiri) dan Benjamin Netanyahu
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghalang-halangi perdamaian di Timur Tengah.

Dengan hanya 23 hari tersisa sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai Menlu di bawah Presiden Barack Obama, Kerry mengatakan, Rabu (28/12), pemerintah Israel merusak harapan solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik dengan Palestina yang sudah berlangsung selama beberapa dekade.

Dukungan AS kepada resolusi Dewan Keamanan PBB terkait permukiman Yahudi ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem timur, tambahnya, didorong oleh keinginan untuk menyelamatkan Israel dari "unsur-unsur ekstrem" dalam pemerintahannya sendiri.

"Status quo mengarah pada pendudukan abadi satu negara," kata Kerry, seperti dikutip dari The Boston Globe.

Hubungan AS dan Israel menyentuh level terendah sejak mantan presiden Harry S. Truman mengakui keberadaan negara Israel pada Mei 1948.

Merespon ejekan Netanyahu akhir pekan lalu bahwa "seorang teman tidak akan menyeret temannya ke Dewan Keamanan", merujuk pada keputusan pemerintahan Obama abstain dalam pemungutan suara resolusi terkait permukiman ilegal Israel, Kerry mengtakan, AS melakukan tindakan sesuai dengan norma-norma dalam bersekutu.

"Beberapa orang menganggap pertemanan dengan AS berarti bahwa AS akan menerima kebijakan apapun, terlepas dari kepentingan kami, posisi kami, ucapan kami, prinsip kami, bahkan setelah berulangkali mendesak agar kebijakan diubah," katanya. "Teman harus memberitahu temannya soal kebenaran, dan persahabatan membutuhkan sikap saling menghormati."

Reaksi atas pidato Kerry di auditorium Departemen Luar Negeri AS cukup keras, tidak hanya dari Netanyahu, tapi juga politisi Partai Republik, John McCain, dan politisi Partai Demokrat, Chuck Schumer. Presiden terpilih AS Donald Trump mengecam ucapan Kerry bahkan sebelum ia menyampaikan pidatonya.

Di sela liburannya di Palm Beach, negara bagian Florida, Trump mengecam pidato Kerry sebelum yang bersangkutan menyampaikannya melalui Twitter.

"Kita tak boleh terus memperlakukan Israel dengan cara hina dan tak hormat seperti ini," tulisnya. Setelah menyerang perjanjian nuklir dengan Iran dan voting resolusi anti-Israel DK PBB pekan lalu, dia mengatakan: "Tegarlah Israel, 20 Januari semakin dekat!"

Terbaru
20 Januari 2017 | 11:50
Donald Trump dijadikan nama ngengat
20 Januari 2017 | 11:38
Trump janji persatukan Amerika
5 Januari 2017 | 05:33
Snowden, pahlawan atau pengkhianat?
2 Januari 2017 | 18:40
Tahun 2017, PBB sambut Sekjen baru
30 Desember 2016 | 08:20
Obama usir 35 diplomat Rusia
28 Desember 2016 | 08:44
Cheetah diambang kepunahan
Berita Terkait