Amerika

Kerusuhan di penjara Brasil, puluhan tewas dengan kepala terpenggal

10K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:39
03 JAN 2017
Dok. Kerusuhan di penjara Brasil.
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Daily Mail

Rimanews - Bentrok antar geng narkoba di penjara Brasil menewaskan 56 orang, dan merupakan kerusuhan paling berdarah dalam dua dekade terakhir di penjara Brasil yang kelebihan kapasitas, kata pejabat setempat pada Senin.

Sergio Fontes, kepala keamanan negara bagian Amazonas mengatakan, banyak mayat dengan kepala terpenggal dilempar melewati dinding penjara di Manaus. Kebanyakan korban tewas berasal dari kelompok geng narkoba First Capital Command (PCC) yang berbasis di Sao Paulo.

“Ini merupakan pembantaian di penjara terbesar sepanjang sejarah negara bagian kami," kata Fontes, dikutip dari Daily Mail. "Apa yang terjadi di sini merupakan bagian lain perang kejam antar geng dalam perdagangan narkoba."

Pedro Florencio, sekretaris penjara negara bagian Amazonas mengatakan pembantaian tersebut merupakan “pembunuhan balas dendam” dalam perseteruan antar geng penjahat di Brasil.

Kerusuhan dimulai pada Minggu malam dan baru bisa dikendalikan pada Senin pukul 7 pagi, kata Fontes.

“Pembantaian ini hampir setiap hari terjadi di Brasil,” kata Pastor Valdir Silveira, direktur Pastoral Carcecaria, pusat Katolik yang memantau kondisi penjara di Brasil. “Penjara kami dibangun untuk memusnahkan, menyiksa, dan membunuh,” imbuhnya.

Sebanyak 184 napi melarikan diri dan 40 diantaranya berhasil ditangkap kembali pada Senin sore.

Hakim Luis Carlos Valois yang membantu proses negosiasi untuk mengakhiri kerusuhan mengatakan, dia melihat banyak mayat yang telah dipotong-potong.

"Saya tak pernah melihat sesuatu yang seperti itu sepanjang hidup. Mayat-mayat itu, darah," kata Valois di Facebook.

Kerusuhan ini merupakan yang terbaru antara kelompok PCC, geng narkoba paling berpengaruh di Brasil, dengan kelompok kriminal Manaus yang dikenal sebagai North Family.

Geng yang berbasis di Manaus diyakini menyerang napi PCC atas perintah geng narkoba Red Command (CV) yang berbasis di Rio de Janeiro, geng terbesar kedua di Brasil.

Empat napi ditemukan tewas di penjara lain di wilayah pedesaan Manaus, namun perwakilan negara tak dapat menjelaskan apakah kerusuhan telah terjadi.

Kelebihan kapasitas sangat umum di penjara Brasil menyebabkan para narapidana tak memiliki ruang untuk berbaring.

Kompleks penjara Aniso Jobim kini menjadi rumah tahanan bagi 2,230 narapidana meski sebenarnya hanya mampu menampung 590 tahanan.