Amerika

Geng narkoba bentrok di penjara Brasil, sejumlah korban dimutilasi

3.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:38
07 JAN 2017
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Theguardian

Rimanews - Geng narkoba kembali bentrok di sebuah penjara Brasil. Sejumlah korban tewas dalam keadaan termutilasi, kepala terpenggal, bahkan ada yang tubuhnya dirobek dan jantungnya dikeluarkan. Pemimpin geng menggunakan darah korban untuk menulis pesan berbunyi: "Darah dibayar dengan darah."

Sedikitnya 31 tahanan di penjara negara bagian Roraima tewas dalam bentrokan tersebut. Total korban bentrokan antar geng narkoba di penjara Brasil dalam enam hari terakhir berjumlah 93 orang.

Media di Roraima menampilkan sejumlah gambar eksplisit yang menunjukkan tumpukan mayat yang sudah dimutilasi. Beberapa bagian tubuh korban, seperti kepala dan jantung hilang.

"Ini adalah tindakan barbar," kata Francilene Vargas, petugas departemen narkotika Roraima yang melihat langsung lokasi pascabentrok yang terjadi pada Jumat pagi waktu setempat.

Vargas belum dapat menyimpulkan apakah bentrokan di penjara Boa Vista berhubungan dengan kasus serupa di Manaus yang menewaskan 56 orang. Kerusuhan di Manaus terjadi akibat perseteruan antara dua geng narkoba paling disegani di Brasil, FDN dan PCC.

Vargas mengatakan terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa bentrokan ini terjadi antara anggota FDN dan PCC, meski terdapat tulisan "PCC berkuasa di sini. Darah dibayar dengan darah" di lantai penjara.

"Jumlah korban masih dihitung," katanya. "Kami tahu ada banyak korban, dan kami sedang menyelidiki hubungan kejadian dengan apa yang terjadi di Manaus."

Terbaru
19 Februari 2017 | 09:59
Bus di Argentina terbalik, 19 tewas
9 Februari 2017 | 16:24
Kebakaran masjid Texas disengaja
8 Februari 2017 | 20:40
Direktur CIA kunjungi Turki besok
Amerika
Berita Terkait
22 Februari 2017 | 04:48
Anggota polisi dan PNS edarkan sabu
22 Februari 2017 | 02:11
Dua pria pesta sabu di kantor desa