Amerika

Trump akhirnya akui peran Rusia dalam pemilu AS

2.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:11
09 JAN 2017
Donald Trump
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengakui peran Rusia dalam serangan siber terhadap pesaingnya, Hillary Clinton, dan Partai Demokrat pada pemilu lalu, kata salah seorang penasihatnya.

Calon kepala staf Gedung Putih yang ditunjuk Trump, Reince Priebus, mengatakan kepada Fox News presiden ke-45 AS itu "tidak menyangkal bahwa entitas Rusia berada di balik peretasan saat kampanye".

"Saya rasa dia menerima temuan (intelijen)," kata Priebus, dikutip dari the Guardian hari ini, merujuk pada laporan FBI, CIA, dan NSA terkait campur tangan Rusia dalam pemilu.

Versi laporan yang dirilis ke publik Jumat lalu menyebutkan Presiden Rusia Vladimir Putin "memerintahkan" secara langsung operasi untuk membantu Trump mengalahkan Clinton.

Ini merupakan pertama kalinya penasihat Trump mengatakan ia menerima bahwa Rusia berperan dalam peretasan dan pengungkapan email Demokrat ke publik selama masa kampanye presiden.

Sebelumnya, Trump selalu menepis tuduhan yang menyebut Rusia berada di balik serangan siber terhadap Clinton, tim suksesnya dan Demokrat untuk membantunya memenangkan pemilu. Dia bahkan pernah mengatakan hal itu bisa saja dilakukan oleh Cina atau seorang hacker bertubuh besar dari atas kasurnya.

Putin sendiri sudah membantah terlibat dalam peretasan tersebut. Melalui Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Putin mengatakan laporan FBI, CIA, dan NSA yang menyebutnya terlibat langsung dalam pemilu presiden AS sebagai "omong kosong".

"Saya tercengan ketika melihatnya. Saya rasa, hal ini hanyalah omong kosong, tidak akan ada seorang pun yang mempercayainya," kata Lavrov, seperti dikutip TASS.

KATA KUNCI : , , , , , ,
Terbaru
22 Januari 2017 | 06:01
Ribuan wanita demo Trump
20 Januari 2017 | 23:46
Dolar stabil jelang pelantikan Trump
20 Januari 2017 | 11:50
Donald Trump dijadikan nama ngengat
20 Januari 2017 | 11:38
Trump janji persatukan Amerika
5 Januari 2017 | 05:33
Snowden, pahlawan atau pengkhianat?
2 Januari 2017 | 18:40
Tahun 2017, PBB sambut Sekjen baru