Amerika

Pelaku penembakan di gereja Amerika dijatuhi hukuman mati

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:47
11 JAN 2017
Deylan Roof
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Dylann Roof (22) pelaku penembakan bermotif rasisme di sebuah gereja di Charleston, South Carolina, dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan federal Amerika. 

Dalam aksinya tersebut ia menewaskan sembilan orang kulit hitam saat tengah berada di dalam gereja pada 17 Juni 2015 lalu.

Roof merupakan orang pertama yang menerima hukuman mati karena kejahatan kebencian, kata salah seorang juru bicara Depertemen Kehakiman seperti dikutip CNN.

Sebelumnya pada Selasa, Roof membuang satu kesempatan terakhirnya untuk memohon pengampunan di depan para hakim, dia malah mengatakan, "Saya masih merasa seperti saya harus melakukannya."

"Saya memiliki hak untuk meminta Anda memeberikan hukuman penjara seumur hidup, akan tetapi saya tidak yakin apakah itu cukup baik," imbuh Roof.

Pelaku penyerangan secara khusus memilih Gereja AME Emanuel, gereja kulit hitam tertua di South Carolina untuk melakukan pembantaian, kata Jay Richardson, salah seorang asisten jaksa.

12 orang yang menjadi target Roof membukakan pintu untuk dia dengan senyuman, kata Richardson. Tiga orang selamat dari serangan tersebut. Roof duduk bersama dengan kelompok kajian Al Kitab selama sekitar 45 menit. Saat semua orang tengah memanjatkan doa dengan mata tertutup, dia mulai menembak.

Roof berdiri di atas korban yang jatuh, kemudian ia menembakinya lagi saat korban tergeletak di lantai, kata Richardson.

Dia tak menjelaskan aksinya kepada para hakim, dia hanya mengatakan, "Siapapun yang membenci mereka (orang kulit hitam) pasti memiliki alasan yang baik untuk itu."

Dalam pengakuannya kepada FBI, Roof mengatakan dia berharap bahwa pembantaian itu akan membawa kembali peperangan antar ras.

Terbaru
31 Maret 2017 | 22:49
Daftar rumah mewah Donald Trump