Amerika

Kini hanya enam negara mayoritas Muslim yang warganya dilarang masuk AS

6.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:33
07 MAR 2017
Dok. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatagani perintah eksekutif disaksikan Wakil Presiden Mike Pence (ketiga dari kiri) dan staf Gedung Putih. Foto: Reuters
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif baru terkait imigran dan pengungsi. Dalam kebijakan tersebut, hanya warga enam negara mayoritas Muslim yang dilarang masuk ke AS sementara Irak dihapus dari daftar.

Hanya warga Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman yang dilarang masuk AS. Peraturan yang ditandatangani Senin (06/03) tersebut juga hanya berlaku bagi pemohon visa baru selama setidaknya 90 hari, bukan mereka yang sudah memegang visa sah.

Untuk program penerimaan pengungsi, tetap akan ditangguhkan selama 120 hari, dan AS tidak akan menerima lebih dari 50 ribu pengungsi dalam setahun, jauh di bawah target pemerintah Barack Obama yakni 110 ribu pengungsi per tahun.

Perintah eksekutif pertama terkait larangan masuk AS bagi negara mayoritas Muslim, imigran dan pengungsi mendapatkan penentangan dari berbagai golongan sampai akhirnya ditangguhkan oleh pengadilan Federal. Hal ini memaksa Trump melakukan beberapa perubahan.

Pemerintah AS memberikan penjelasan lebih spesifik terkait dalil yang dijadikan dasar dikeluarkannya perintah eksekutif tersebut, dan mengurangi jumlah negara mayoritas Muslim yang warganya dilarang masuk, itupun hanya bagi pemohon visa baru. Irak dihapus dari daftar atas permintaan Pentagon yang khawatir hal itu akan mengganggu upaya AS memerangi ISIS.

Selain itu juga terdapat beberapa pengecualian dalam aturan baru ini, di antaranya bagi pekerja dan pelajar yang sebelumnya pernah tinggal di AS dan mereka yang memiliki kepentingan bisnis atau kewajiban profesional serta orang-orang yang ingin mengunjungi atau tinggal bersama keluarganya.

Tim kampanye Trump mengirim email yang intinya meminta warga menandatangani petisi mendukung perintah eksekutif baru tersebut.

"Sebagai presiden, saya membuat janji serius untuk menjaga Amerika tetap aman," bunyi surat yang ditandatangani langsung oleh Trump, dikutip dari The Washington Post. "Dan saya tidak akan pernah berhenti berjuang sampai kami menerapkan kebijakan yang Anda dan jutaan warga Amerika lainnya harapkan ketika memilih saya."

Kebijakan baru ini mulai berlaku 16 Maret mendatang.

Amerika