Amerika

Wikileaks ungkap program peretasan CIA

4.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:16
08 MAR 2017
Dok: Ilustrasi
Editor
Febrianto
Sumber
Antara

Rimanews - Badan intelijen Ameika Serikat, CIA bisa mengubah TV menjadi alat dengar, menembus enkripsi aplikasi populer, dan kemungkinan mengendalikan mobil orang dari jarak jauh menurut dokumen yang diduga berasal dari badan spionase Amerika Serikat tersebut yang dirilis oleh WikiLeaks pada Selasa (7/3).

Kelompok itu merilis hampir 9.000 dokumen yang katanya dibocorkan dari CIA dalam apa yang mereka sebut sebagai publikasi dokumen rahasia intelijen terbesar yang pernah terjadi.

WikiLeaks mengklaim dokumen CIA dalam jumlah sangat besar, perangkat peretas dan kode yang mewakili "mayoritas perlengkapan peretasan" bocor di komunitas keamanan  siber-- dan mereka sudah menerima, dan merilis sebagian dari dokumen tersebut.

"Koleksi luar biasa ini, yang jumlahnya lebih dari beberapa ratus juta baris kode, membuat pemiliknya mempunyai seluruh kapasitas peretasan CIA," katanya, memberi peringatan tentang risiko proliferasi senjata siber.

Baik CIA atau Gedung Putih tidak menanggapi perilisan dokumen atau konten mereka.

Jika dibenarkan, bocoran itu bisa sangat mempermalukan intelijen Amerika Serikat, menambah pengungkapan Edward Snowden pada 2013 mengenai spionase Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) pada komunikasi warga Amerika, dan penangkapan pejabat NSA tahun lalu karena memindahkan sejumlah besar data sangat rahasia ke rumahnya selama 20 tahun lebih.

Arsip menunjukkan CIA memanfaatkan kelemahan yang ditemukan pada sistem perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk produk buatan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, tanpa membiarkan orang yang mengetahui cacat itu mempertanyakannya.

Dokumen menunjukkan CIA telah menghasilkan lebih dari 1.000 sistem malware virus, trojan, dan perangkat lunak lain yang bisa menyusup dan mengambil kendali sasaran elektronik menurut catatan WikiLeaks.

Perangkat-perangkat peretasan ini menyasar iPhones, sistem Android untuk telepon personal yang dilaporkan masih digunakan oleh Presiden Donald Trump, perangkat lunak populer Microsoft, serta TV pintar Samsung, yang bisa diubah menjadi mikrofon tersembunyi menurut WikiLeaks.

Lembaga mata-mata itu juga menguji peretasan ke sistem kendali elektronik mobil dan truk, yang berpotensi memungkinkan mereka mengendalikannya dari jarak jauh.

Dengan menginfeksi dan secara efektif mengambil alih perangkat lunak telepon pintar, WikiLeaks mengatakan, CIA bisa menjelajahi teknologi enkripsi aplikasi-aplikasi populer seperti WhatsApp, Signal, Telegram, Weibo, dan Confide dengan mengumpulkan komunikasi sebelum mereka dienkripsi.

CIA tidak mengonfirmasi atau membantah keaslian dokumen-dokumen itu, atau menanggapi kontennya.

"Kami tidak mengomentasi keautentikan konten atau konten dari dokumen-dokumen intelijen yang dimaksud," kata juru bicara lembaga Jonathan Liu lewat surel kepada kantor berita AFP.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer menolak menanggapi, mengatakan "Itu sesuatu yang belum sepenuhnya dievaluasi""

Dokumen-dokumen itu diduga berasal dari Center for Cyber Intelligence CIA, yang beroperasi di Langley, markas Virginia di luar Washington, dan dari kantor konsulat AS di Frankfurt, Jerman, menurut WikiLeaks.

Terbaru
21 Mei 2017 | 18:21
Cina bunuh 20 mata-mata CIA
9 Mei 2017 | 08:10
Gempa 6,4 SR guncang Alaska
Amerika