Amerika

Beberapa negara bagian AS gugat kebijakan anti-Muslim Trump

4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:39
10 MAR 2017
Dok. Pengunjuk rasa membawa poster bergambar Presiden Donald Trump disertai tulisan #NotMyPresident (bukan presiden saya). Foto: Reuters
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
BBC

Rimanews - Tiga negara bagian Amerika Serikat siap bergabung dengan Hawaii mengajukan gugatan atas perintah eksekutif anti-Muslim Presiden Donald Trump meski sudah direvisi.

Trump menandatangani perintah eksekutif revisi itu pada Senin (06/03). Irak dihapus dari daftar negara mayoritas Muslim yang warganya dilarang masuk AS dengan alasan bahwa hal tersebut dapat mengganggu upaya Washington memerangi ISIS.

Warga Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman dilarang masuk selama 90 hari. Namun, larangan itu kini hanya berlaku bagi pemohon visa baru, bukan mereka yang sudah memegang visa sah.

Negara bagian New York tetap menyebut perintah eksekutif Trump sebagai larangan masuk AS terhadap umat Muslim sementara Washington menganggapnya berbahaya bagi negara. Oregon dan Massachusetts juga memutuskan bergabung untuk menggugat kebijakan anti-Muslim Trump.

"Perintah eksekutif terbaru Presiden Trump adalah larangan masuk bagi Muslim, hanya berganti nama," kata Jaksa Agung New York Eric T. Schneiderman setelah mengumumkan bahwa pihaknya mengajukan gugatan atas kebijakan tersebut, dikutip dari BBC.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
21 Mei 2017 | 18:21
Cina bunuh 20 mata-mata CIA
9 Mei 2017 | 08:10
Gempa 6,4 SR guncang Alaska
Amerika