Amerika

Gadis 14 tahun dipaksa layani lebih dari 1.000 pria selama dua tahun

16.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
23:20
13 MAR 2017
Ilustrasi
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Gadis 14 tahun asal Philadelphia, negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, menjadi korban perdagangan manusia selama bertahun-tahun dan dieksploitasi secara seksual oleh lebih dari 1.000 pria hidung belang di sebuah motel.

Pengacara korban mengatakan kliennya dipaksa berhubungan badan dengan lebih dari 1.000 pria selama dua tahun, dikutip dari Inquisitr hari ini.

"Anak ini dipaksa menjadi budak seks, dibayar untuk melakukan berbagai hal bersama pria yang usianya dua, tiga, empat kali lebih tua," kata Nadeem Bezar kepada wartawan.

Bezar menambahkan korban dipaksa melayani para pria hidung belang dengan bayaran paling kecil US$ 50 atau setara Rp 660 ribu, CBS Philadelphia melaporkan.

"Apa yang dialaminya membuatnya hancur. Dia sedang berusaha memulai kehidupannya kembali," kata Bezar.

Korban yang saat ini berusia 17 tahun bersama pengacaranya menuntut motel tempatnya disekap karena undang-undang perdagangan manusia yang mulai diberlakukan di Pennsylvania pada 2014 mewajibkan pegawai melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Pengacara korban mengatakan staf Roosevelt Inn tahu bahwa korban disekap dan dipaksa menjadi budak seks.

Menurut Philadelphia Inquirer, korban menuntut pemilik motel, perusahaan manajemen motel dan manajernya membayar ganti rugi sebesar US$ 50 ribu.

Korban berhasil kabur dan kembali bertemu keluarganya setelah dua tahun disekap.

Yanga Patel, manajer motel, membantah tuduhan korban. "Saya selalu berada di kantor. Saya tak melihat ada yang salah," kata Patel.

Namun, Roosevelt Inn memiliki reputasi sebagai episentrum perdagangan manusia di mata para penegak hukum Philadelphia. "Anda pasti buta, tuli, dan bodoh jika tidak mengetahui ada 100 pria yang datang hanya dalam waktu dua hari," kata Tom Kline, salah satu pengacara korban.

"Petugas kebersihan sering mendapati kotak atau tempat sampah penuh dengan kondom yang sudah digunakan," tambah Bezar. "Ini sangat terang-terangan."

Korban saat ini sedang menjalani terapi agar dapat kembali hidup dengan normal setelah menjalani hari-hari seperti di neraka selama dua tahun.

Amerika