Amerika

Hakim federal Hawaii bekukan kebijakan anti-Muslim Trump

3.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:48
16 MAR 2017
Dok. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan salah satu perintah eksekutif yang sudah ditandatanganinya. Foto: Reuters
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Hakim federal Hawaii membekukan perintah eksekutif anti-Muslim Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa jam sebelum kebijakan tersebut mulai diberlakukan.

Melalui dokumen setebal 43 halaman, hakim distrik AS Derrick K. Watson, Rabu (15/03), mengatakan, pernyataan Trump dan penasihat-penasihatnya dapat menjadi bukti bahwa perintah eksekutif itu bertujuan mendiskriminasi umat Muslim. Dia juga yakin, beberapa pemerintah negara bagian yang menggugat kebijakan itu dapat membuktikan bahwa hal itu bertentangan dengan konstitusi AS, dikutip dari The Washington Post.

Dia kemudian mengecam pemerintah yang menyatakan bahwa perintah eksekutif itu tidak dapat dianggap sebagai diskriminasi terhadap umat Islam hanya karena tidak berlaku bagi semua negeri Muslim di dunia. Perintah eksekutif revisi ini melarang warga enam negara mayoritas Muslim—Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman—masuk AS selama 90 hari. Irak dihapus dari daftar negara yang dilarang masuk AS karena hal itu dianggap Pentagon dapat mempengaruhi upaya mereka memerangi ISIS.

"Pendapat tidak logis pemerintah dapat terbaca," kata Watson. "Gagasan bahwa seseorang baru dianggap menunjukkan kebencian pada suatu kelompok hanya jika menjadikan mereka semua target sekaligus cacat secara fundamental."

Dalam sebuah rapat umum di Nashville, Trump menyebut putusan hakim federal Hawaii "mengerikan" dan bertanya-tanya apakah hal itu "dilakukan oleh hakim untuk alasan politik". Dia mengatakan, pemerintahannya akan mempertahankan kebijakan itu di pengadilan.

"Bahayanya jelas, hukumnya jelas, kebutuhan akan perintah eksekutif saya juga jelas," kata Trump.

Sponsored
The Money Fight

KATA KUNCI : , , , , ,
Amerika
Sponsored