Amerika

Penumpang United Airlines diseret turun dari pesawat

9.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
20:36
11 APR 2017
Dok. Pesawat United Airlines (Foto: Istimewa)
Editor
Dede Suryana
Sumber
Antara

Rimanews - Seorang penumpang pesawat United Airlines diseret turun dari kabin oleh petugas pengamanan Bandara Internasional O’Hare di Chicago, Amerika Serikat, Minggu waktu setempat. 

Detik-detik keributan di dalam kabin pesawat rute Chicago-Louisville itu direkam menggunakan telepon genggam milik Tyler Bridges, penumpang lain yang turut dalam penerbangan tersebut.

Sejumlah penumpang sempat berusaha mencegah dan berteriak-teriak. Namun, petugas tetap menyeret laki-laki itu hingga menderita luka-luka cukup serius akibat pergumulan dan diseret di gang kabin pesawat.

Penyebab kejadian itu, pihak maskapai kelebihan menjual tiket dan tidak sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia alias overbooking. 

Laman nytimes.com yang menayangkan rekaman video di akun twitter Bridges, mengatakan bahwa semula petugas United Airlines mencari beberapa kursi ekstra bagi petugas-petugasnya yang akan turut. 

Namun, karena tidak tersedia kursi kosong, mereka memaksa seorang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya untuk memberikan kursinya. Dari situlah drama pengusiran penumpang terjadi.

Juru bicara United Airlines, Charlie Hobart, dalam wawancaranya dengan The New York Times, sehari kemudian, menyatakan, petugas-petugas mereka telah meminta secara sopan kepada laki-laki itu secara sopan. 

“Ada pelanggan kami yang menolak meninggalkan kabin pesawat terbang. Kami memiliki sejumlah pelanggan yang sudah ada dalam kabin pesawat terbang itu dan kami ingin bekerja sama agar mereka juga bisa turut dalam penerbangan itu,” kata dia. 

“Karena pelanggan itu menolak meninggalkan kabin pesawat terbang maka kami memanggil polisi dan mereka masuk ke kabin pesawat terbang,” kata dia. 

Departemen Penerbangan Chicago dalam pernyataannya, Senin, mengatakan insiden itu tidak mengacu pada prosedur operasional standar mereka dan petugas itu telah diperiksa. Mereka menolak menyebutkan identitas petugas itu. 

Amerika