Amerika

Amerika belum menang di Afghanistan, kata Mad Dog

2.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:51
14 JUN 2017
Dok. Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis mengamati Kabul, Afghanistan, dari langit dalam perjalanan menuju markas Resolute Support menggunakan helikopter April lalu. Foto: Reuters
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis mengatakan, mereka "belum menang" dalam peperangan di Afghanistan yang sudah berlangsung cukup lama.

"Kita belum menang di Afghanistan saat ini," kata Mattis di Washington dalam dengar pendapat di Kongres, Selasa (13/06/2017), sebagaimana dikutip Xinhua. "Dan kita akan memperbaiki ini sesegera mungkin."

Menurut pria yang dijuluki Mad Dog oleh media, Pentagon baru akan menyebut misi di Afghanistan berhasil jika pemerintah setempat mampu menangani kekerasan, dengan bantuan internasional.

"Mungkin perlu kekuatan tambahan yang melakukan dan memelihara pelatihan dan kemampuan yang baik," kata Mattis. "Ke depan, akan ada era bentrokan kecil sering terjadi dan kita perlu perubahan dalam pendekatan."

Mattis bukan pejabat senior pertama pemerintahan Donald Trump yang secara terbuka memperingatkan prospek suram situasi keamanan di Afghanistan.

Direktur Intelijen Nasional AS Dan Coats pada Mei juga memperingatkan bahwa situasi keamanan di Afghanistan sangat mungkin memburuk di masa depan sekalipun Washington dan sekutunya memberikan bantuan militer tambahan.

Peringatan tersebut disampaikan saat Trump sedang mempertimbangkan apakah akan mengirim ratusan prajurit tambahan ke Afghanistan atau tidak.

Mantan presiden AS Barack Obama pernah berencana mengurangi jumlah tentara AS saat ini, 9.800 personel, di Afghanistan jadi sebanyak 5.500 sampai akhir 2015 dan menarik semua tentara AS pada akhir 2016, ketika masa jabatannya berakhir.

Namun, Obama berulangkali menunda penarikan itu dengan alasan situasi keamanan Afghanistan yang belum stabil.

Saat ini, ada sebanyak 8.400 prajurit AS dan 5.000 personel lagi dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afghanistan untuk melatih dan membantu pasukan Afghanistan menghadapi Taliban, serta melakukan misi kontra-terorisme.

Amerika