Amerika

Blokir warga di Twitter, Trump dituntut

5.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:31
12 JUL 2017
Donald Trump
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Aljazeera

Rimanews - Organisasi kebebasan berbicara menuntut Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena telah memblokir sejumlah warga di Twitter. Mereka menganggap tindakan Trump melanggar Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Tuntutan, yang diajukan oleh Knight First Amandment Institute dari Universitas Columbia di New York serta tujuh pengguna Twitter, Selasa (11/07/2017), menyebutkan bahwa Trump memblokir beberapa akun yang kritis, mengejek ataupun tidak setuju dengan presiden.

Tindakan Trump dianggap tidak konstitusional dan menekan perbedaan pendapat.

Cuitan presiden ke-45 AS itu dianggap sebagai forum publik karena yang bersangkutan sering mengeluarkan pernyataan terkait kebijakan melalui Twitter, sehingga pemerintah tak dapat menghalang-halangi warga untuk melihatnya dengan cara memblokir.

Pengguna Twitter yang diblokir akun tertentu tak dapat melihat ataupun memberikan respon terhadap cuitan orang yang memblokir mereka.

Bulan lalu, juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan, cuitan Trump di Twitter dianggap sebagai "pernyataan resmi oleh presiden Amerika Serikat".

Oleh karena itulah, nama Spicer juga masuk dalam tuntutan tersebut, selain Trump dan Dan Scavino, direktur media sosial Gedung Putih.

Warga menuntut agar tindakan memblokir warga pengguna Twitter oleh Presiden Trump dianggap sebagai tindakan yang bertentangan dengan konstitusi. Mereka juga mendesak agar presiden segera membuka blokir atas pengguna yang kritis terhadapnya.

Lembaga pemerintah federal dan pengadilan menganggap cuitan Trump sebagai pernyataan resmi, lanjut mereka. Dan, Administrasi Arsip Nasional AS juga telah menyarankan Gedung Putih agar memelihara semua cuitan Trump berdasarkan Undang-Undang Kearsipan Presiden.

Bulan lalu, Knight Institut sudah menyurati Trump agar membuka blokir terhadap beberapa pengguna, dan mengancam akan mengajukan tuntutan jika hal itu tidak dilakukan.

Seluruh warga dapat melihat cuitan presiden sangat penting bagi demokrasi," kata Joseph Papp, satu dari tujuh pengguna Twitter yang ikut mengajukan tuntutan kepada Trump dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

KATA KUNCI : , , , ,
Amerika