Asia

Vietnam Penjarakan Warga yang Lari ke Australia

1.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:59
27 MEI 2016
Ilustrasi
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
AFP

Rimanews - Pengadilan Vietnam memenjarakan empat warga Vietnam untuk masa penahanan antara setengah hingga dua tahun atas dakwaan "mengirim pelarian ke luar negeri secara tidak sah" terhadap para terdakwa yang dipulangkan oleh Australia, kata pengacara mereka.

Sebanyak 46 orang pencari suaka menumpang perahu kecil telah memasuki perairan terpencil di bagian barat Australia tahun lalu dan mereka dipulangkan sesuai hasil perundingan kedua negara.

Para terdakwa terdiri atas dua perempuan dan dua laki-laki, menyeberangi perbatasan secara tidak sah untuk pertamakalinya pada Juli 2015 bersama 42 orang rekan dan kerabat mereka, kata pengacara Vo An don.

"Tuntutannya terlalu berat dan tidak manusiawi," kata Don dalam wawancara melalui telepon, dan menambahkan bahwa para terdakwa akan mengajukan banding, Kamis (26/05/2016).

"Mereka sangat miskin dan hanya berusaha untuk mencari hidup yang lebih baik, mereka tidak melakukannya untuk mencari uang." Kementerian Luar Negeri Vietnam belum bisa dihubungi untuk memberikan keterangan.

Seorang juru bicara pada Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan Australia mengatakan bahwa mereka yakin pemerintah Vietnam memegang janjinya untuk tidak menghukum semua para pencari suaka yang dipulangkan.

"Pemahaman kami bahwa tuntutan tersebut bukan berkaitan dengan kepergian tidak sah oleh para pencari suaka yang dipulangkan itu, tetapi hanya terhadap sejumlah kecil dari mereka yang oleh pihak berwenang dianggap bertanggungjawab mengatur perjalanan mereka," kata juru bicara yang tidak bersedia disebut namanya, sesuai peraturan kementerian.

Pemantau Hak Asasi Manusia (HAM) yang berkantor di New York mengatakan bahwa hukuman tersebut melanggar hak dasar yang diakui hukum internasional tentang orang-orang yang ingin meninggalkan negaranya.

"Vietnam jelas melanggar janjinya kepada pemerintah Australia untuk tidak menghukum manusia perahu yang dipulangkan.," kata Elaine Pearson, direktur kelompok tersebut.

Sejumlah manusia perahu yang dipulangkan itu mengatakan bahwa pada saat mereka tiba kembali di Vietnam, pihak berwenang memastikan kepada mereka bahwa mereka tidak akan ditangkap atau pun ditahan, dalam janji yang dilakukan di depan konsulat Australia.

Vietnam dikenal memiliki catatan buruk mengenai penanganan masalah HAM, yaitu banyak tokoh-tokoh agama, blogger dan para penentang yang dipenjarakan dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan pendekatan ulang mengenai politik kebebasan di Vietnam, dalam kunjungannya ke Vietnam pekan ini.

KATA KUNCI : , ,
Terbaru
29 Maret 2017 | 05:37
Kamboja larang ekspor ASI
22 Maret 2017 | 11:33
Korut kembali tembakkan rudal
14 Maret 2017 | 17:04
Malaysia deportasi 50 warga Korut
10 Maret 2017 | 11:17
Presiden Korsel resmi dimakzulkan
10 Maret 2017 | 09:51
Australia terancam kelangkaan gas
Berita Terkait